Taliwang (Suara NTB) –Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan pengembangan Masjid Agung Darussalam Kompleks Kemutar Telu Center (KTC) sebagai pusat perekonomian umat. Program ini dirancang melalui pengembangan budidaya kurma, pemanfaatan kolam untuk budidaya ikan, serta penyediaan lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah di lingkungan masjid.
Kepala BRIDA KSB, Mars Anugerainsyah mengatakan, pengembangan tersebut bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya sebagai pusat kegiatan ibadah melainkan mampu menghasilkan pendapatan untuk mendukung kebutuhan operasional dan kesejahteraan pengurus.
“Tagline-nya memakmurkan masjid, masjid memakmurkan. Artinya, masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat tidak sebatas tempat ibadah, tetapi juga bisa memberikan penghidupan bagi umat atau minimal bagi pengurusnya,” kata Mars, Jumat (9/10).
Ia menjelaskan, pengembangan budidaya kurma akan mengadopsi program inovasi BRIDA Provinsi NTB. Dalam pelaksanaannya, BRIDA KSB akan bekerja sama dengan Ukhuwa Datu Internasional yang selama ini menjadi mitra BRIDA NTB dalam pendampingan penanaman hingga pemeliharaan tanaman kurma.
Menurut Mars, program tersebut juga akan melibatkan Dinas Perikanan KSB untuk mengoptimalkan kolam yang berada di kawasan Masjid Agung Darussalam sebagai tempat budidaya ikan. Sementara itu, halaman masjid direncanakan ditanami kurma dan area pelataran dimanfaatkan untuk lapak UMKM yang menjual produk halal.
Pengelolaan kegiatan ekonomi tersebut nantinya akan melibatkan lembaga kemakmuran masjid. Dengan pengelolaan yang terarah, berbagai kegiatan usaha diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan mandiri sehingga masjid tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk membiayai operasionalnya.
Mars menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pengurus Masjid Agung Darussalam dan Dinas Perikanan KSB untuk membahas rencana tersebut. Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk menambah nilai estetika masjid, termasuk melalui penataan area tanggul di sisi kiri, kanan, dan belakang bangunan.
Untuk tahap awal, BRIDA KSB menyiapkan program ini melalui APBD Perubahan (APBD-P) 2026. Selain itu, pengembangan tanaman kurma akan disinergikan dengan masyarakat yang telah lebih dahulu membudidayakan tanaman tersebut, disertai pendampingan dari mitra yang berpengalaman.
Masjid Agung Darussalam KTC dipilih sebagai lokasi percontohan pengembangan masjid berbasis ekonomi di NTB. Jika pelaksanaannya berjalan baik dan mampu mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan, BRIDA KSB berencana mereplikasi konsep serupa di masjid-masjid lain di wilayah setempat.(bug)



