Praya (Suara NTB) – Penerapan tarif parkir di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) selama MotoGP Mandalika 2026 menuai protes.
Branch Communication & CSR Department Head BIZAM, Hidya Putri Ramadhina pada Sabtu, 10 Oktober 2026, mengklarifikasi hal itu. Menurutnya, tarif parkir flat berlaku pada 9–12 Oktober 2026. Pembayaran dilakukan satu kali saat kendaraan memasuki area parkir sehingga pengendara tidak perlu melakukan transaksi lagi ketika keluar.
Skema ini diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Diterangkan, pada periode 9–12 Oktober 2026, volume kendaraan roda empat yang melintas di kawasan BIZAM diperkirakan mencapai sekitar 3.500 unit per hari. Jumlah itu berpotensi meningkat 16–20 persen dibandingkan hari normal.
Putri juga menyebutkan, peningkatan aktivitas di bandara juga terlihat dari jumlah penumpang pesawat pada 5–8 Oktober 2026 yang mencapai 33.441 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 38 persen dibandingkan periode yang sama pada September 2026.
Ia menambahkan, penerapan tarif flat dengan pembayaran di pintu masuk bukan kebijakan baru. Skema ini telah diberlakukan sejak penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022 untuk mempercepat proses transaksi parkir dan meminimalkan potensi kemacetan.
Terkait informasi kebijakan tersebut, pihak bandara mengaku telah melakukan sosialisasi melalui media sosial resmi sejak 8 Oktober 2026. Informasi juga disampaikan melalui media pemberitahuan di pintu masuk area parkir.
Sementara itu, kendaraan roda dua tetap menggunakan tarif parkir normal sesuai ketentuan yang berlaku. Skema parkir khusus kendaraan roda empat tersebut dijadwalkan berakhir pada 12 Oktober 2026, dan tarif kembali normal mulai 13 Oktober 2026. (bul)



