BerandaEKONOMIPertamina Patra Niaga Hadirkan Inovasi Mina Tenun, Ubah Gerakan Menenun Jadi Energi...

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Inovasi Mina Tenun, Ubah Gerakan Menenun Jadi Energi Terbarukan

Lombok Tengah (Suara NTB) – Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) BIL mengajak rekan-rekan media mengunjungi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Mina Tenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Jumat (9/10). Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung inovasi pemberdayaan perempuan yang mengintegrasikan pelestarian budaya tenun, peningkatan ekonomi, dan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung akses air bersih masyarakat.

Sebelum adanya program Mina Tenun, para penenun menghadapi keterbatasan modal dan pemasaran. Hasil tenun dijual kepada pengepul dengan harga rendah, bahkan pembayaran kerap menunggu produk terjual. Jika sebelumnya upah penenun hanya sekitar Rp25.000 per lembar kain, melalui Galeri Mina Tenun kini penenun dapat memperoleh upah minimal sekitar Rp750.000 per lembar setelah dikurangi modal kain. Galeri ini juga menyediakan akses bahan baku dan membantu pemasaran produk, sehingga penenun memperoleh kepastian pembayaran setelah kain selesai diproduksi.

Sejak mendapatkan pendampingan melalui program Mina Tenun pada 2022 hingga 2026, program ini menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi ekonomi maupun daya tarik wisata. Pendapatan kelompok meningkat hingga mencapai Rp288 juta per tahun, seiring dengan penguatan produksi dan pemasaran produk tenun. Selain itu, Mina Tenun turut menarik minat wisatawan, dengan jumlah kunjungan mencapai 3.600 wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Capaian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui Mina Tenun tidak hanya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong pelestarian budaya tenun Sukarara sebagai potensi wisata berbasis masyarakat.

Local Hero Program Mina Tenun, Sudiman, menyampaikan bahwa pendampingan Pertamina membawa perubahan bagi kelompok penenun, mulai dari penataan galeri hingga pengembangan inovasi dan pemasaran.

“Sebelum Pertamina hadir, lokasi kami masih kumuh, galeri belum tertata, dan pemasaran belum meluas. Setelah Pertamina mendampingi kelompok kami, usaha tenun mulai berkembang dan melahirkan berbagai inovasi yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat,” ujar Sudiman.

Tak hanya mendorong kemandirian ekonomi, Mina Tenun juga menghadirkan inovasi untuk menjawab keterbatasan air bersih yang dihadapi masyarakat akibat kekeringan. Melalui modifikasi alat tenun bukan mesin (ATBM), gerakan pedal dan pulley menghasilkan energi mekanik yang dikonversi menjadi energi listrik melalui generator. Listrik tersebut digunakan untuk menggerakkan pompa air dan panel kontrol guna mendukung distribusi air bersih ke rumah warga dan fasilitas umum. Sistem ini turut didukung Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui bantuan TJSL Pertamina Patra Niaga.

VP Community Involvement & Development PT Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyampaikan bahwa Mina Tenun merupakan program pemberdayaan penenun perempuan yang mengintegrasikan budaya, ekonomi, dan inovasi berkelanjutan. Program yang berjalan sejak 2022 di bawah binaan AFT BIL ini mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kegiatan produktif dan kebutuhan dasar masyarakat.

“Melalui Mina Tenun, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan inovasi teknologi. Kami berharap program ini memperkuat kemandirian ekonomi perempuan, memperluas manfaat energi terbarukan, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Dian.

Pada kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa Mina Tenun merupakan wujud komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan pemberdayaan masyarakat yang menjawab kebutuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terpadu.

“Kunjungan media ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana inovasi Mina Tenun dijalankan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap program ini terus berkembang, meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, serta mendukung akses air bersih melalui pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Ahad.

Melalui kunjungan media ini, Pertamina Patra Niaga berharap praktik pemberdayaan melalui Mina Tenun dapat semakin dikenal luas sebagai upaya mengintegrasikan pelestarian budaya lokal, penguatan ekonomi masyarakat, dan inovasi energi terbarukan. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi perempuan penenun, Purna PMI, serta masyarakat Desa Sukarara secara lebih luas.(bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO