Praya (Suara NTB) – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 ditargetkan memberikan dampak ekonomi hingga Rp5 triliun. Target ini dipatok lebih tinggi dibandingkan capaian event yang sama tahun 2025 yang menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp4,9 triliun.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengatakan target Rp5 triliun menjadi harapan panitia penyelenggara (Organizing Committee/OC) dari pelaksanaan ajang balap motor internasional di Sirkuit Mandalika.
“Rp5 triliun. Semoga ini bisa masuk di Rp5 triliun,” ujar Troy di temui di kawasan Sirkuit Mandalika, Minggu, 11 Oktober 2026.
Target dampak ekonomi Rp5 triliun ini menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Selain menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia, ajang ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Troy menjelaskan, transaksi di bandara, pembelian suvenir dan merchandise, aktivitas di hotel dan restoran, serta belanja wisatawan di berbagai destinasi turut masuk dalam cakupan penghitungan. Selain itu, sektor penerbangan, investasi, dan aktivitas ekonomi lainnya juga menjadi bagian dari penilaian dampak penyelenggaraan MotoGP terhadap perekonomian daerah.
Menurut Troy, besaran dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 baru bisa dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, dengan mempertimbangkan data dan evaluasi penyelenggaraan.
Sementara itu, data jumlah penonton juga masih menunggu laporan resmi. Troy menjelaskan, meskipun penjualan tiket dilaporkan telah habis (sold out), jumlah tiket terjual tidak serta-merta mencerminkan jumlah penonton yang benar-benar hadir di sirkuit.
Karena itu, panitia akan menggunakan data kehadiran penonton yang dirilis Dorna, selaku pihak terkait dalam penyelenggaraan MotoGP, sebagai salah satu acuan untuk mengetahui jumlah penonton aktual.
“Kalau dari data tiket sudah sold out. Cuma, waktu mereka beli, apakah mereka datang? Itu yang kita tunggu,” jelasnya.
Troy membenarkan bahwa kapasitas penonton yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini mencapai sekitar 50 ribu orang. Namun, angka kehadiran aktual tetap menunggu hasil pendataan resmi setelah balapan berakhir. (bul)



