BerandaNTBBangun Budaya Ilmiah, Unram Dorong Penguatan Kolaborasi Internasional dan Hilirisasi Riset

Bangun Budaya Ilmiah, Unram Dorong Penguatan Kolaborasi Internasional dan Hilirisasi Riset

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) mendorong penguatan kerja sama internasional, kolaborasi riset, dan hilirisasi hasil penelitian sebagai langkah membangun budaya ilmiah atau scientific culture di lingkungan perguruan tinggi. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Workshop Penguatan Kerja Sama Internasional untuk Membangun Scientific Culture di Unram pada Senin (12/10/2026).

Workshop ini menghadirkan Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., serta Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Bidang Industri dan Kerja Sama Luar Negeri, Oki Earlivan Sampurno, M.Sn., M.B.A., M.Sc., Ph.D.(c).

Dalam sambutannya, Rektor Unram, Prof. Sukardi menyampaikan, pada 2027, arah riset Unram akan difokuskan pada riset kolaboratif. Untuk mendukung hal tersebut, Unram menyiapkan dua program utama, yakni hibah guest lecture yang diharapkan dapat memperluas jejaring dan membangun kolaborasi akademik internasional bagi dosen, serta program celebrate berupa pemberian remunerasi 100 persen bagi dosen yang memiliki scientific culture. Ia juga menyinggung kemungkinan penataan dan penggabungan program studi ke depan sesuai dengan arahan kementerian.

Sementara itu, Oki Earlivan Sampurno menekankan pentingnya pola pikir hilirisasi dalam memperkuat budaya ilmiah serta kerja sama antara perguruan tinggi, industri, dan mitra internasional. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui riset yang menghasilkan solusi nyata.

Ia menegaskan, produk utama universitas adalah pengetahuan yang perlu dikembangkan agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, bukan hanya mengandalkan pendapatan mahasiswa maupun penyewaan fasilitas kampus.

Oki juga menyoroti pentingnya komersialisasi hasil riset dan paten yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Perguruan tinggi, menurutnya, perlu membangun ekosistem yang menghubungkan penelitian dengan kebutuhan industri, termasuk melalui penguatan lembaga alih teknologi atau Technology Transfer Office. Dengan demikian, hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah atau kepemilikan paten, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat ekonomi dan menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Lebih lanjut, ia mendorong Unram untuk mengoptimalkan potensi kawasan Mandalika sebagai ruang kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan dunia industri. Salah satu gagasan yang disampaikan ialah pembentukan Research Center Unram Mandalika yang mengintegrasikan berbagai bidang, seperti perikanan, pariwisata, dan industri. Pusat riset tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan solusi berbasis penelitian terhadap berbagai kebutuhan kawasan Mandalika, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan mitra internasional dan kementerian terkait.

Ia juga menilai, Unram berpotensi menjadi penghubung sekaligus penggerak pengembangan hasil riset di kawasan Mandalika. Gagasan tersebut akan disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memperoleh arahan lebih lanjut. Menurutnya, dukungan kebijakan dan penganggaran yang berorientasi pada komersialisasi akan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem hilirisasi yang berkelanjutan. (ron/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO