Mataram (Suara NTB) – Anggota Komisi IX DPR RI, H Muazzim Akbar mendorong Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang ada di NTB untuk memiliki visi global. Salah satunya dengan mendesain jurusan/skil yang bisa masuk di bursa kerja internasional.
Hal itu disampaikan Muazzim Akbar saat sosialisasi edukasi perlindungan dan migran aman di SMKN 3 Mataram pada Senin (12/10) kemarin. Sosialisasi tersebut di ikuti oleh guru-guru SMK yang ada di Mataram.
Dalam kesempatan itu Muazzim menyampaikan bahwa Sekolah Kejuruan di NTB harus berpikir global dengan membidik peluang kerja di luar negeri. Hal itu juga sesuai dengan program pemerintah pusat SMK Go Global.
Karena itu sudah saatnya SMK di NTB harus membuka jurusan baru yang dibutuhkan bursa kerja internasional. Untuk saat ini di NTB sendiri sekolah percontohan SMK dengan jurusan PMI ini berada di SMK 1 Sikur Lombok Timur.
Disebutkan di NTB tercatat ada 100 SMK Negeri. Diharapkan semua SMK ini kata Muazzim harus membuka jurusan khusus untuk calon Pekerja Migran Indonesia. Adapun kurikulum SMK PMI ini lebih pada mata pelajaran teknis sesuai dengan kebutuhan industri.
“Salah satu bentuk implementasi dukungan program bapak presiden Prabowo SMK Go Global, nanti di seluruh SMK harus di buka jurusan khusus untuk calon pekerja migran Indonesia,” seru Muazzim.
Dia juga mengatakan berdasarkan data yang diperolehnya jumlah warga NTB yang menjadi PMI dari Januari hingga bulan Agustus 2026 tercatat sebanyak 20 ribu orang.
Jumlah ini bisa menembus 50 ribu orang diakhir tahun 2026. Dibandingkan tahun 2025 jumlah PMI yang bekerja di luar negeri meningkat dimana pada tahun 2025 kata Muazzim jumlah PMI asal NTB sebanyak 35 ribu orang dengan negara tujuan terbanyak adalah Malaysia.
“Masih Malaysia yang paling banyak, karena beberapa faktor pekerja kita lebih memilih Malaysia selain kemiripan bahasa bekerja ke Malaysia juga tidak membutuhkan skill yang khusus karena basisnya di pertanian dan perkebunan, selain itu PMI yang ke malaysia juga tidak mengeluarkan biaya karena semua biaya gratis,” ucap politisi PAN ini.
Untuk meminimalisir PMI ilegal Muazzim menegaskan semua pihak harus bekerjasama. Edukasi secara terus menerus kepada masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri harus terus di masifkan.
“Semua pihak harus bahu membahu, tidak bisa hanya pemerintah saja, edukasi kepada masyarakat pentingnya bekerja keluar negeri melalui jalur legal itu harus terus di gaungkan, ini tugas bersama agar jumlah PMI yang bekerja melalui jalur yang sah semakin banyak dan yang ilegal semakin sedikit,” pungkasnya. (ndi)



