Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB meminta sekolah segera memperbaiki data sekolah yang tidak valid sebelum pelaksanaan tes kompetensi akademik. Berdasarkan data 1.532 siswa jenjang SMA/sederajat masih kategori residu.
Koordinator Teknis TKA, Dikpora NTB, Lalu Aksa Suhendra mengatakan, sejumlah sekolah telah menyelenggarakan uji coba tes kompetensi akademik. Meskipun tidak ada kendala teknis, tetapi masih ditemukan data siswa belum valid.
“Ada beberapa data peserta yang masih residu. Kita minta satuan pendidikan segera selesaikan walaupun diberikan kesempatan ikut gladi bersih yang harus menjadi atensi satuan pendidikan,” ujarnya, Senin (12/10).
Berdasarkan catatan Dikpora, jumlah data siswa residu mencapai 1.532 orang. Rinciannya, jenjang SMA sebanyak 541 siswa. Jenjang SMK sebanyak 526 siswa, paket C sebanyak 461 siswa dan SMALB mencapai 4 siswa.
Aksa menyebut, beberapa sekolah belum optimal menyelesaikan validasi data “Kondisinya ada yang sudah selesai tapi aliran datanya yang sudah valid belum mengalir ke server TKA,sehingga masih terdata residu,” terangnya.
Pihaknya menegaskan sekolah memberi atensi terhadap data siswa yang residu, karena batas waktu yang diberikan hingga TKA susulan dimulai yakni 16 November 2026. Apabila validasi data belum rampung,maka siswa terancam tidak bisa mengikuti ujian.
Sebagai informasi, pelaksanaan TKA saat ini telah memasuki tahapan gladi bersih gelombang II. Untuk jenjang SMA sederajat akan berlangsung dari 12-15 Oktober 2026. Sementara gelombang II jenjang kesetaraan akan berlangsung pada 24-25 Oktober 2026. (sib)



