Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kecamatan Maluk meminta Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat,melakukan pengendalian populasi Hewan Pembawa Rabies (HPR), terutama anjing liar atau tanpa pemilik. Permintaan tersebut menyusul tercatatnya 45 kasus gigitan anjing selama Januari hingga September 2026.
Camat Maluk, Heru Sudriansyah mengatakan, jumlah kasus gigitan tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Pihaknya telah menyurati Dinas Pertanian KSB,agar turun melakukan pengendalian populasi anjing, khususnya yang berkeliaran tanpa pemilik. “Mudah-mudahan dinas pertanian segera menindaklanjuti permohonan kami ini,” harap Heru.
Menurutnya, langkah pengendalian diperlukan untuk mengantisipasi risiko yang ditimbulkan oleh HPR di lingkungan masyarakat. Pemerintah kecamatan berharap dinas terkait dapat segera menindaklanjuti permohonan yang diajukan melalui langkah yang tepat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun membenarkan pihaknya telah menerima surat permohonan dari Pemerintah Kecamatan Maluk. Ia mengatakan, tindak lanjut pengendalian HPR di salah satu wilayah kecamatan lingkar tambang itu, direncanakan mulai dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026.
Jamilatun menjelaskan, pelaksanaan pengendalian HPR perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk sorotan dari pemerhati hak-hak hewan terhadap tindakan eliminasi atau pembunuhan anjing.
Karena itu, Dinas Pertanian akan mencari teknik atau pola pengendalian yang dinilai paling tepat. Sasaran utama kegiatan tersebut adalah anjing liar atau anjing yang tidak memiliki pemilik, sedangkan anjing peliharaan akan diarahkan untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).
“Kita perlu dengar suara pembela hak-hak hewan. Karena banyak yang menyoroti upaya pemerintah selama ini dalam melakukan pengendalian HPR,” sebut Jamilatun.
Terkait jumlah kasus gigitan di Kecamatan Maluk, Jamilatun membenarkan terdapat 45 kasus hingga September 2026. Meski demikian, berdasarkan informasi yang disampaikannya, sejauh ini belum ada kasus yang terdeteksi positif rabies.
Ia menegaskan, upaya pengendalian akan diarahkan pada penanganan populasi anjing liar sekaligus memastikan anjing peliharaan mendapatkan vaksinasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan rabies dan mengurangi risiko gigitan anjing di tengah masyarakat.(bug)



