Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram memastikan program pemasangan sambungan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2026 telah rampung. Program tersebut menyasar 208 sambungan rumah (SR) dengan alokasi anggaran sebesar Rp371,28 juta.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan seluruh pemasangan sambungan air bersih bagi warga MBR telah diselesaikan sesuai dengan data yang dihimpun pihaknya.
“Sudah tuntas untuk pemasangannya. Tidak ada perubahan data karena kalau sambungan itu tarikannya sudah resmi,” ujarnya, Rabu (14/10).
Lale menjelaskan, pelaksanaan program pemasangan sambungan air bersih dilakukan secara transparan dan mengikuti mekanisme resmi. Dengan demikian, tidak ada ruang untuk melakukan rekayasa data maupun penyesuaian anggaran di luar ketentuan.
“Tidak bisa kita akal-akali atau kita atur-atur dengan dana yang ada. Tidak bisa. Itu resmi kalau untuk instalasi seperti itu,” terangnya.
Ia menambahkan, tidak ada alokasi anggaran tambahan untuk program sambungan air bersih bagi MBR dalam APBD Perubahan tahun ini. Meski demikian, Dinas PUPR Kota Mataram berencana kembali mengusulkan program serupa pada tahun anggaran berikutnya untuk menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan air bersih.
Menurut Lale, program tersebut penting untuk mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta meningkatkan cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat di Kota Mataram.
Setelah seluruh pekerjaan fisik rampung, tahapan selanjutnya adalah serah terima pengoperasian dan pemeliharaan jaringan kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang. Setelah proses serah terima dilakukan, kewenangan pengawasan dan pengelolaan jaringan akan beralih kepada pihak pengelola air minum tersebut.
“Kalau sudah serah terima dengan PDAM, PDAM yang mengambil alih nanti. Paling yang dilihat ke depan ialah kepatuhan mereka untuk membayar,” kata Lale.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Mataram menyiapkan anggaran sebesar Rp371,28 juta untuk melaksanakan program sambungan air bersih gratis bagi MBR. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Mataram bekerja sama dengan PT Air Minum (PTAM) Giri Menang.
Berdasarkan laporan kinerja Dinas PUPR Kota Mataram tahun 2025, persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum layak pada tahun tersebut mencapai 74,53 persen. Adapun kuota program sambungan rumah bagi MBR pada 2025 tercatat sebanyak 576 SR, sedangkan pada 2026 sebanyak 208 SR.
Untuk setiap sambungan rumah, dialokasikan anggaran sebesar Rp1.785.000. Dengan demikian, total anggaran untuk 208 sambungan pada 2026 mencapai Rp371.280.000. “Untuk tahun ini sudah tuntas dilaksanakan,” pungkasnya. (pan)



