Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram menyebutkan sektor perkebunan masih menjadi tumpuan utama penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram. Hingga September 2026, sebanyak 402 orang atau 52,9 persen dari total 760 PMI yang ditempatkan ke luar negeri bekerja sebagai plantation worker atau pekerja perkebunan.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, terutama dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kompetensi calon PMI agar memiliki peluang kerja yang lebih luas di pasar internasional.
Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Martha Yuli, mengatakan tingginya angka penempatan PMI menunjukkan bahwa pasar kerja luar negeri masih menjadi pilihan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan pendapatan.
Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Menurut Yuli, bekerja ke luar negeri menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh kesempatan kerja sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi.
Berdasarkan data Disnaker Kota Mataram, Malaysia menjadi negara tujuan utama penempatan PMI dengan jumlah 482 orang atau 63,4 persen dari total penempatan. Negara tersebut masih mendominasi pilihan warga, disusul Arab Saudi sebanyak 65 orang, Taiwan 56 orang, Singapura 45 orang, dan Jepang 22 orang.
Yuli menyebutkan, tingginya angka penempatan ke Malaysia menunjukkan bahwa negara tersebut masih menawarkan peluang kerja yang banyak diakses masyarakat Kota Mataram. Meski demikian, calon PMI perlu memahami persyaratan dan kualifikasi pekerjaan agar dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.
“Malaysia masih menjadi tujuan yang paling banyak diminati. Ini menunjukkan peluang kerja di negara tersebut masih cukup besar bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri,” katanya.
Dari sisi demografi, PMI laki-laki masih mendominasi dengan jumlah 571 orang atau 75,1 persen. Sementara itu, PMI perempuan tercatat sebanyak 189 orang atau 24,9 persen.
Selain sektor perkebunan, penempatan PMI asal Kota Mataram juga mencakup 45 orang yang bekerja sebagai domestic worker atau pekerja rumah tangga serta 43 orang sebagai caregiver, yakni pengasuh bayi maupun lansia.
Data tersebut menunjukkan bahwa penempatan PMI asal Kota Mataram masih terkonsentrasi pada sejumlah jenis pekerjaan tertentu. Karena itu, peningkatan keterampilan teknis, kompetensi sesuai bidang pekerjaan, serta kesiapan menghadapi tuntutan kerja di luar negeri menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Yuli menambahkan, peluang kerja di luar negeri cukup beragam. Namun, penempatan PMI asal Kota Mataram masih didominasi oleh sektor dan jenis pekerjaan tertentu.
“Peningkatan kompetensi perlu menjadi perhatian agar calon PMI bisa mengakses kesempatan kerja yang lebih luas sesuai kebutuhan pasar,” pungkasnya. (pan)



