Sumbawa Besar (Suara NTB) – Otoritas Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin mengaku terjadi penurunan pergerakan jumlah penumpang di bulan September. Hal ini disebabkan kondisi turunnya tingkat kunjungan ke Kabupaten Sumbawa.
Kondisi penurunan aktivitas penumpang tersebut hanya terjadi di bulan September kalau di bulan lainnya cenderung stabil di angka 7. 737. Sementara di bulan September merosot ke angka 4.338,” kata Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Tri Pono Basuki Wijianto, Rabu (14/10).
Tri melanjutkan, faktor cuaca menjadi salah satu pemicu rendahnya aktivitas penumpang selama bulan September. Berdasarkan data dan hasil evaluasi di beberapa bulan sebelumnya tingkat keterisian kursi bisa mencapai 100-120 kursi per satu kali penerbangan.
Sementara di bulan September tingkat keterisian kursi hanya mampu berada 60-70 orang dengan intensitas penerbangan rutin Bali- Sumbawa pulang pergi dan Lombok- Sumbawa pulang pergi. Namun, secara keseluruhan terhitung sejak bulan Januari- September tingkat pertumbuhan penumpang di Sumbawa mencapai 90 persen.
“Jadi kenaikannya hanya 150 orang dibandingkan tahun 2023 karena maskapai penerbangan dari Bali ke Sumbawa pulang pergi masuk di pertengahan tahun 2024,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penumpang yang berangkat dari Sumbawa-Denpasar dan Lombok-Sumbawa mencapai 61.383 penumpang dengan keterisian kursi mencapai 80,3 persen. Kondisi ini juga hampir sama dengan pergerakan kargo mengalami peningkatan dengan berat rata-rata berkisar 643 kilogram hingga 7.554 kilogram.
Ia berharap penambahan rute baru bisa berjalan lancar dan bisa bertahan lama,sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dari sektor wisata dan meningkatkan investasi di Sumbawa.
“Penambahan rute baru ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian sehingga akses transportasi masyarakat bisa lebih cepat ke daerah tujuan,” harapnya. (ils)



