Taliwang (Suara NTB) – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi terhadap Penjelasan Bupati Tentang Pengantar Nota Keuangan dan Raperda RAPBD 2027 digelar, Rabu (15/10) molor. Rapat paripurna dijadwalkan pukul 09.00 WITA, baru bisa digelar pukul 11.30 WITA atau molor dua jam setengah.
Molornya rapat paripurna tersebut dikarenakan minimnya anggota dewan yang hadir. Kehadiran para wakil rakyat tersebut tidak mencapai kuorum atau tidak sampai 50 persen plus 1 dari 25 orang jumlah anggota DPRD KSB.
Pantauan Suara NTB, molornya jadwal paripurna sudah terlihat sejak awal. Pasalnya, hingga pukul 10.00 WITA, jumlah anggota yang hadir hanya sekitar 9 orang.
Di tengah menunggu kehadiran para anggota legislator itu sempat muncul spekulasi, bahwa mereka sengaja absen menghadiri paripuna. Alasannya karena program pokok pikiran (Pokir) mereka yang baru-baru ini reviu oleh Inspektorat terancam tidak dapat dilaksanakan, karena tidak memenuhi ketentuan sesuai arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua DPRD KSB, Kaharuddin Umar menyatakan, semua anggota yang tidak hadir memiliki alasan tersendiri dan sebelumnya telah meminta izin. “Ada yang izin urusan partai 3 orang. Ibu Merliza (wakil ketua) ada kegiatan FGD di provinsi dan beberapa lainnya izin sakit. Jadi alasannya bukan soal pokir ya,” tegasnya.
Pada akhirnya rapat paripurna itu pun berhasil digelar setelah molor lebih dari 2,5 jam. Sekitar pukul 11.30 WITA, Wakil ketua DPRD KSB, Badaruddin Duri yang memimpin rapat mengetuk palu tanda dimulainya paripurna. Ia menyampaikan rapat dapat diikuti oleh 13 anggota sesuai daftar hadir. “Karenanya rapat paripurna hari ini kuorum dan dapat dilaksanakan,” cetusnya.
Meski dinyatakan kuorum dan dapat dilaksanakan, rapat paripurna DPRD KSB ini tetap terasa kurang paripurna. Pasalnya, dari 7 fraksi di DPRD KSB terdapat 1 fraksi yang tidak satu pun hadir anggotanya. Fraksi itu adalah Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa – Partai Persatuan Pembangunan (PPP-PKB). Kursi fraksi gabungan ini selama paripurna kosong hingga forum paripurna akhirnya memutuskan penyampaian pemandangan.(bug)



