Selong (Suara NTB) – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor mendorong penguatan kapasitas kelembagaan melalui peningkatan partisipasi dan kontribusi dosen dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kunjungan Sekretaris Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XIV Mataram, Prof. Dr. Muhammad Sa’i, M.A., pada Kamis (15/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Dr. Muhammad Sa’i, M.A., menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh dosen dalam mendukung kemajuan dan pengembangan institusi. Menurutnya, kontribusi dosen tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas mengajar, tetapi juga melalui penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
“Bapak dan Ibu dosen IAI Hamzanwadi Pancor sangat penting untuk berpartisipasi dan berkontribusi bagi kampus, terutama dengan memaksimalkan tugas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, pengembangan karier dosen perlu menjadi perhatian bersama. Salah satu indikatornya adalah keaktifan dosen dalam mengurus kenaikan pangkat dan jabatan akademik secara berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dosen, merupakan bagian penting dalam memperkuat kelembagaan perguruan tinggi. Dengan demikian, setiap dosen diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, produktivitas akademik, serta kontribusinya terhadap pengembangan kampus.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, menjelaskan, kemajuan perguruan tinggi tidak cukup hanya ditopang oleh pembangunan fisik dan kelengkapan sarana prasarana. Lebih dari itu, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menentukan daya saing dan perkembangan sebuah institusi pendidikan tinggi.
Ia mencontohkan terobosan yang dilakukan Prof. Dr. Amin Abdullah dalam membawa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menuju pengakuan internasional. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa keunggulan perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh aspek fisik atau hardware, tetapi juga oleh kualitas sistem, budaya akademik, dan sumber daya manusia atau software kampus.
Ia menegaskan bahwa software kampus sesungguhnya berada pada kualitas dan kapasitas dosen. Karena itu, mutu pengajaran, kualitas riset, serta kontribusi dalam pengabdian kepada masyarakat merupakan kunci penting bagi kemajuan perguruan tinggi.
Pandangan tersebut memperkuat pentingnya membangun budaya akademik yang produktif dan berorientasi pada peningkatan mutu. Dosen tidak hanya dituntut menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga perlu terus mengembangkan kompetensi, meningkatkan produktivitas penelitian, memperluas publikasi ilmiah, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (rus)



