Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa memastikan tahap penanganan listrik desa (lisdes) di lima desa terus berproses. Proses mobilisasi tiang listrik terus dilakukan termasuk pemasangan, sehingga target yang ditetapkan pemerintah terealisasi.
“Sudah tahap pemasangan tiang di beberapa titik, pemasangan itupun dilakukan secara paralel terutama di wilayah yang aksesnya cukup sulit seperti di Desa Mungkin dan Bao Desa,” kata Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kaharuddin kepada Suara NTB, Jumat (16/10).
Ia optimis program di lima desa yakni Mungkin, Tangkampulit, Bao Desa, Baturotok, dan Tepal tuntas dalam dua bulan kedepan,sehingga masyarakat di lima desa bisa merasakan manfaat program tersebut di awal tahun 2027.
Pemerintah juga memastikan mobilisasi alat dan sarana yang dibutuhkan berjalan lancar. Akses mobilisasi tiang dengan berat sekitar 1 ton ke lokasi pemasangan tetap difasilitasi dan berkoordinasi dengan lintas sektor terkait.
“Kami sudah melakukan penataan dan pemeliharaan di akses jalan yang akan dilalui oleh kendaraan tersebut,sehingga tahap mobilisasi dan pemasangan tiang nantinya tidak ada kendala di titik lainnya,” ucapnya.
Disinggung terkait aktifitas masyarakat sebelum adanya listrik desa tersebut, ia menyebutkan selama ini masyarakat di lima desa memanfaatkan tenaga surya di tiap rumah serta menggunakan mesin diesel.
Menurutnya, program ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pihaknya akan kembali mengusulkan beberapa wilayah program tersebut terutama wilayah yang belum terlayani jaringan listrik untuk diintervensi melalui program listrik masuk desa yang dicanangkan PLN. Salah satunya Desa Matemega yang berada di Kecamatan Alas.
“Kita sudah usulkan untuk Desa Matemega bisa diintervensi jaringan listrik di tahun 2027. Kami berharap usulan tersebut bisa disetujui sehingga Sumbawa terang bisa terwujud,” jelasnya.
Berdasarkan data ada sekitar 500 kepala keluarga (KK) tinggal di Desa Matemega belum merasakan listrik dari perusahaan plat merah tersebut. Selama ini, fasilitas penerangan di desa menggunakan genset serta mengandalkan listrik dari panel tata surya. (ils)



