Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram meminta sekolah mengintensifkan peran satuan tugas (Satgas) penanganan perundungan (bullying) di satuan pendidikan. Tujuannya untuk memastikan sekolah menjadi lingkungan yang aman dan nyaman.
Kepala Disdik Kota Mataram, H. Yusuf mengatakan, peran Satgas Anti Kekerasan di sekolah perlu terus dioptimalkan. Satgas mesti menjadi garda terdepan agar kekerasan seperti perundungan dapat dicegah.
“Kami mengingatkan kepada kepala-kepala sekolah agar pembentukan satgas penanganan anak-anak harus diintensifkan agar tidak terjadi kasus bullying,” ujarnya.
Yusuf menyebut, setiap sekolah telah memiliki satgas masing-masing. Pembentukan satgas kata dia, menjadi arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Arahan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Budaya Aman dan Nyaman di Sekolah. “Satgas sudah ada di setiap sekolah,” sebutnya.
Meskipun laporan terkait kasus kekerasan belum diterima, Disdik tetap meminta agar satgas terus berperan penuh dalam mencegah potensi kasus. Ia juga memastikan, akan menindaklanjuti setiap laporan menyangkut perundungan dan kekerasan dalam bentuk lain.
“Kalau ada laporan baru kita tindak lanjuti, tapi kalau nggak ada laporan tetap kita suarakan agar kepala sekolah tetap waspada,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, kasus kekerasan maupun perundungan menurun sejak terbentuknya satgas di sekolah. Ia berharap kasus perundungan tidak terjadi dan sekolah dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi siswa dan guru.
“Selama ini berjalan lancar, aman, (kasusnya) berkurang,” pungkasnya. (sib)



