Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) bersama Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Korea Selatan, menyelenggarakan APEC Scholars Collaboration and Exchange for Next-generation Talent (APEC ASCENT) 2026 di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi akademik dan riset antarperguruan tinggi di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus mendorong lahirnya peneliti dan akademisi yang mampu menjawab berbagai tantangan global, khususnya di bidang keberlanjutan.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KAIST dan Seoul National University (SNU), Korea Selatan, atas kolaborasi yang terjalin. Ia juga menyebut pengangkatan Professor Han dan Professor Hwang sebagai Adjunct Professor di Unram sebagai salah satu langkah penting untuk memperluas kerja sama akademik.
“Kami berharap keterlibatan mereka dapat membuka lebih banyak peluang untuk penelitian bersama, publikasi internasional, pendampingan mahasiswa, pertukaran akademik, hingga akses pendanaan dan beasiswa melalui jejaring internasional,” ujar Rektor.
Sejalan dengan arah kelembagaan “Unram Berdampak: From Local to Global Impact,” Unram terus berupaya meningkatkan kualitas akademik, keunggulan riset, dan kolaborasi internasional. Hingga 6 November 2026, Unram telah menghasilkan 321 publikasi internasional, termasuk 93 artikel Q1, dengan 127 publikasi melibatkan kolaborasi internasional. Sitasi penelitian juga meningkat 43 kali lipat dalam satu dekade, mencapai sekitar 17.004 sitasi pada 2026. Sementara itu, dalam THE Impact Rankings 2026, Unram berada pada peringkat dunia 601–800.
Rektor menegaskan, peningkatan jumlah publikasi bukan satu-satunya tujuan yang ingin dicapai. “Tujuan kami bukan sekadar meningkatkan jumlah publikasi, tetapi memastikan bahwa penelitian kami memperoleh pengakuan internasional dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
APEC ASCENT 2026 diisi dengan seminar bertema Climate Change and Sustainability, presentasi riset mahasiswa, serta diskusi mengenai peluang kolaborasi penelitian, pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas akademik, dan program pascasarjana. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk bertukar gagasan serta membangun jejaring akademik.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang,” tuturnya.
APEC ASCENT 2026 diisi dengan seminar bertema Climate Change and Sustainability yang menghadirkan dua topik penelitian, dilanjutkan dengan presentasi 11 hasil riset mahasiswa. Setiap sesi presentasi memberikan kesempatan bagi peserta untuk memaparkan gagasan dan hasil penelitian, sekaligus berdiskusi melalui sesi tanya jawab. Rangkaian ini juga dilengkapi dengan diskusi untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi riset ke depan.
Pada sesi berikutnya, Unram dan KAIST menggelar diskusi institusional yang membahas peluang kerja sama dalam pengembangan kurikulum, penelitian bersama, peningkatan kapasitas akademik, serta program pascasarjana. Kegiatan ditutup dengan diskusi lanjutan untuk merumuskan rencana kolaborasi pada 2027. (ron)



