BerandaNTBKOTA MATARAMPartisipasi Orang Tua Jadi Kendala

Partisipasi Orang Tua Jadi Kendala

PEMERINTAH Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, menghadapi kendala dalam menekan angka stunting, terutama terkait partisipasi orang tua dalam membawa anak ke posyandu dan memenuhi kebutuhan makanan bergizi. Padahal, pemerintah kelurahan telah menyalurkan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa susu dan telur kepada anak-anak yang menjadi sasaran program.

Lurah Pejanggik, Mahnum, mengatakan hingga September 2026 tercatat lima kasus stunting yang masih dalam penanganan. Pihaknya menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga mencapai nol kasus atau zero stunting pada 2027.

“Per September kemarin angkanya lima, dan ini menjadi pekerjaan rumah untuk kita tangani bersama dengan teman-teman di kelurahan,” ujarnya, Minggu (18/10).

Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan angka stunting, di antaranya melalui pemberian PMT, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran B3, serta sejumlah program dari Dinas Kesehatan Kota Mataram melalui puskesmas.

Menurut Mahnum, intervensi pemerintah melalui pemberian makanan bergizi diharapkan dapat mencegah risiko stunting sekaligus membantu penanganan anak yang telah mengalami kondisi tersebut. Namun, upaya itu perlu didukung oleh kolaborasi seluruh pihak, terutama keluarga, agar penanganan stunting berjalan optimal.

Mahnum menilai, peran aktif orang tua sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan asupan makanan bergizi secara rutin. Pasalnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Kalau orang tuanya rajin memberi makanan yang bergizi, tidak akan stunting, tetapi orang tua kadang malas,” katanya.

Mahnum mengatakan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan dinas terkait dan tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan berbagai intervensi yang telah berjalan. Penanganan terhadap lima kasus yang masih tercatat juga diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing sasaran.

Dengan dukungan program pemerintah, pendampingan tenaga kesehatan, dan keterlibatan aktif keluarga, Kelurahan Pejanggik optimistis angka stunting dapat terus ditekan. Target zero stunting pada 2027 pun diharapkan dapat tercapai melalui kerja sama seluruh pihak dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi serta pemantauan tumbuh kembang anak. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO