BerandaNTBLOMBOK TIMURBuku Kuliah di Perpustakaan Daerah Lotim Masih Minim

Buku Kuliah di Perpustakaan Daerah Lotim Masih Minim

Selong (Suara NTB) – Koleksi buku di Perpustakaan Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), masih didominasi buku-buku untuk jenjang sekolah. Sementara itu, ketersediaan literatur untuk kebutuhan mahasiswa dinilai masih minim, sehingga perlu mendapat perhatian dalam program pengadaan buku mendatang.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Mugni mengakui bahwa koleksi buku yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan literatur perkuliahan.


“Koleksi buku di perpustakaan Lotim saat ini masih banyak buku sekolah. Untuk buku kuliah masih sangat minim, perlu penambahan lagi,” ujar Mugni.


Menurutnya, keterbatasan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam perencanaan pengadaan buku tahun depan. Penambahan koleksi akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa agar perpustakaan daerah dapat menjadi salah satu sumber referensi akademik yang mudah diakses masyarakat.


Mugni juga mengajak perguruan tinggi, komunitas, penerbit, serta masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi memperkaya koleksi perpustakaan melalui donasi buku.


“Kami mengajak semua pihak untuk bisa berpartisipasi mendonasikan bukunya ke perpustakaan sebagai tambahan koleksi, agar bisa dibaca oleh generasi penerus yang sedang menuntut ilmu,” katanya.


Ia menjelaskan, sejumlah judul buku yang dibutuhkan mahasiswa akan diinventarisasi dan diusulkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengadaan koleksi berikutnya. Dengan begitu, buku yang tersedia diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi.


Berdasarkan data yang disampaikan dalam bahan pemberitaan, jumlah koleksi buku Perpustakaan Daerah Lombok Timur tercatat sebanyak 20.683 buku. Jumlah tersebut dinilai masih terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat, terlebih Lotim memiliki jumlah penduduk yang besar dan fasilitas pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah.


Sementara itu, kunjungan ke perpus Lotim setahun mencapai 51.707 kunjungan, dengan jumlah pengunjung nonanggota tercatat sebanyak 9.967 orang.


Angka tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan koleksi dan layanan perpustakaan agar dapat menjangkau kebutuhan pembaca dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga mahasiswa dan masyarakat umum.


Dari sisi sarana dan prasarana, Perpustakaan Daerah Lotim kini telah memiliki gedung baru yang dibangun melalui bantuan pemerintah pusat pada 2024. Kehadiran gedung tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan perpustakaan.


Namun, pengembangan fasilitas masih diperlukan untuk mendukung pemanfaatan gedung secara optimal. Penambahan kapasitas internet dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya menjadi kebutuhan yang perlu diperhatikan.


Perpustakaan tersebut juga telah menyediakan fasilitas bagi anak-anak dan penyandang disabilitas. Ke depan, pengelola berencana menghadirkan kafe serta area bermain anak agar pengunjung, khususnya keluarga, dapat merasa lebih nyaman saat berada di perpustakaan.


Selain koleksi dan fasilitas, keterbatasan tenaga pustakawan menjadi tantangan lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lotim memiliki tujuh pustakawan, termasuk dua orang tambahan dari skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).


Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 25 orang. Penambahan tenaga pustakawan diperlukan agar pelayanan kepada pengunjung lebih optimal, termasuk dalam membantu pencarian buku dan memberikan informasi mengenai referensi yang dibutuhkan. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO