Bima (Suara NTB) – PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima dalam kondisi aman dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepastian ini disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat setelah antrean BBM terjadi di sejumlah daerah.
Berdasarkan pantauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bima dan Kabupaten Bima pada akhir pekan lalu, antrean kendaraan untuk mengisi BBM terpantau di beberapa lokasi. Antrean terlihat di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap ketersediaan BBM, menyusul kabar antrean di sejumlah daerah lain.
Seorang petugas SPBU di Kota Bima, Fitri mengatakan antrean kendaraan pada akhir pekan merupakan kondisi yang kerap terjadi. Menurutnya, kepadatan biasanya meningkat pada jam-jam tertentu, terutama pagi dan sore hari.
“Kalau di weekend memang ngantri. Di jam-jam tertentu juga seperti di pagi hari dan sore hari memang rawan antreannya panjang. Di luar itu normal aja sih,” kata Fitri.
Sementara itu, berdasarkan pantauan pada Senin (19/10), kondisi sejumlah SPBU di wilayah Bima terpantau kondusif. Pantauan tersebut dilakukan setelah antrean kendaraan terlihat di beberapa lokasi pada akhir pekan sebelumnya.
Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi memastikan pasokan BBM di Pulau Sumbawa tetap terjaga. Ketersediaan BBM tersebut mencakup lima wilayah, yakni Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima.
“Stok dalam posisi terjaga dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Ahad.
Ia menegaskan, kondisi pasokan BBM di Pulau Sumbawa saat ini berjalan normal. Pernyataan tersebut mencakup seluruh wilayah layanan di Pulau Sumbawa, termasuk Kota Bima dan Kabupaten Bima. “Saat ini dalam kondisi normal,” tegasnya. (hir)



