BerandaNTBKOTA BIMAPenilaian Adipura, Wali Kota Minta OPD Percepat Pembenahan

Penilaian Adipura, Wali Kota Minta OPD Percepat Pembenahan

Kota Bima (Suara NTB) – Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat pembenahan kebersihan lingkungan menjelang penilaian Adipura pada 19-28 Oktober 2026. Setiap OPD diminta memastikan kebersihan dan penataan lokasi yang menjadi tanggung jawabnya, agar persoalan yang masih ditemukan segera ditangani.

Diketahuii, Kota Bima menjadi satu dari tujuh daerah di NTB yang menjadi sasaran penilaian Tim Pemantau Adipura 2026. Tim tersebut terdiri atas unsur Kementerian Lingkungan Hidup, PUSDAL Bali Nusra, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB.

“Persoalan Adipura adalah tanggung jawab kita semua. Saya minta seluruh perangkat daerah memberikan perhatian serius. Camat dan Lurah harus bergerak cepat sesuai wilayah masing-masing dan memastikan kebersihan lingkungannya,” tegas Rahman, Senin (19/10).

Dengan waktu persiapan yang terbatas, Rahman meminta camat dan lurah turun langsung memantau kondisi wilayah masing-masing. Mereka diminta mengidentifikasi titik-titik yang masih kotor, memastikan sampah tertangani, serta memeriksa fasilitas kebersihan yang perlu diperbaiki.

“Identifikasi titik-titik yang masih kotor, sampah yang belum tertangani, serta fasilitas kebersihan yang perlu dibenahi,” pintanya.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian meliputi pasar, taman, perkantoran, pertokoan, dan kawasan jalan protokol. Pembenahan juga perlu dilakukan di lingkungan permukiman, fasilitas umum, saluran drainase, serta tempat pembuangan sampah.

Rahman juga meminta camat dan lurah memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan OPD terkait. Menurutnya, penanganan persoalan kebersihan membutuhkan keterlibatan langsung aparatur kewilayahan, agar masalah di lapangan dapat segera diselesaikan.

“Lurah dan Camat harus hadir di tengah masyarakat. Kalian adalah ujung tombak pemerintahan. Turun langsung, lihat permasalahannya, dan segera atasi. Jangan sampai persoalan membesar baru ditangani. Saya minta bantuan dan kerja sama Bapak dan Ibu semua,” pesannya.

Sementara itu, DLH diminta mengintensifkan identifikasi titik-titik yang masih bermasalah untuk mempercepat penanganan. Setiap OPD juga harus memastikan pembenahan di lokasi tanggung jawabnya berjalan serta melaporkan perkembangan tindak lanjutnya.

Rahman turut meminta pelibatan berbagai unsur masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari pengurus RT/RW, petugas kebersihan, pelaku usaha, pengelola pasar, hingga sekolah dan masyarakat.

“Libatkan RT dan RW, petugas kebersihan, pelaku usaha, pengelola pasar, sekolah, dan masyarakat,” sebutnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO