Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Atas (SMA) Trisakti Mataram hanya akan mengikutkan satu siswa pada pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Pasalnya, data siswa lain tidak sempat ditarik pada data pokok pendidikan (Dapodik).
Salah satu staf SMA Trisakti, Ida mengatakan, jumlah siswa SMA Trisakti yang direncanakan ikut tes kompetensi akademik sebanyak tiga orang. Data mereka sebelumnya diketahui residu (invalid), karena pada pendaftaran awal tidak sempat disinkronkan data kedua siswa. Alhasil, pada pendaftaran kedua, sekolah berupaya menyinkronkan kembali, tetapi tidak berhasil.
“Karena kemarin masih dua itu yang terlambat kita siapkan, jadi yang tercover itu cuma satu siswa,” ujarnya, Senin (19/10).
Jumlah siswa yang ikut TKA relatif berkurang dari pelaksanaan TKA sebelumnya. Pada TKA 2025, jumlah siswa SMA Trisakti yang ikut sebanyak empat orang.
Meski kedua siswa tersebut dipastikan tidak bisa ikut TKA pada tahun ini. Namun, Ida menyampaikan, mereka masih dapat mengikuti tes pada tahun selanjutnya.
Terkait persiapan, pihaknya memastikan kesiapannya untuk menghadapi TKA tahun ini. Sejumlah tahapan telah dilaksanakan seperti simulasi hingga gladi.
Ida juga menjelaskan, pihak sekolah telah menyiapkan berbagai perangkat pendukung untuk pelaksanaan TKA. Di samping itu, sekolah juga sedari awal telah melakukan pengayaan kepada siswanya.
Menurutnya, pelaksanaan tahun sebelumnya sempat menyebabkan siswa kaget dan kesulitan soal. Pasalnya, siswa tidak menyangka dengan soal yang muncul pada tes. “Belajar dari itu pihak sekolah terus melakukan pengayaan kepada siswa, agar kesulitan yang dialami sebelumnya tidak terulang kembali,” ujarnya.
Ida berharap pelaksanaan TKA tahun ini berjalan lancar dan kondusif. Siswa yang ikut diharapkan menghadapi tes dengan optimal. (sib)



