Mataram (Suara NTB) – Ratusan kilometer atau sekitar 399,22 kilometer jalan nasional di NTB baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa belum dalam kondisi baik atau mantap.
Adanya fakta ini, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal meminta tambahan anggaran peningkatan jalan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di tahun 2027 agar Pemprov bisa meningkatkan pemeliharaan jalan di tahun depan.
Dikutip dari postingan Facebook Nurdin Ranggabarani, Gubernur Iqbal menunjukkan data total luas jalan nasional di NTB yang mencapai 939,78 kilometer. 320,69 kilometer berada di Pulau Lombok, dan 619,09 kilometer berada di Pulau Sumbawa.
Dari total panjang jalan tersebut, 540,56 kilometer atau 66,93 persen dinyatakan dalam kondisi mantap. Sisanya 399,22 kilometer dalam kondisi sedang.
“Saya juga sudah mengirim surat usulan ke Menteri PU, agar anggaran tahun depan dapat ditingkatkan. Mengingat ruas jalan yang rusak masih banyak, khususnya di Pulau Sumbawa,” ujar Iqbal.
Pada Tahun Anggaran 2025, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) mengalokasikan anggaran pemeliharaan dan perbaikan jalan nasional di Pulau Lombok sebesar Rp153,64 miliar, dan di Pulau Sumbawa sebesar Rp 248,93 miliar. Pada Tahun Anggaran 2026 ini, BPJN mengalokasikan anggaran pemeliharaan dan perbaikan jalan nasional di Pulau Lombok sebesar Rp82,40 miliar, dan di Pulau Sumbawa sebesar Rp 216,03 miliar. Menurun sekitar Rp71,24 miliar.
Selain menyoroti anggaran, Iqbal juga mendorong percepatan pekerjaan jalan nasional di NTB. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyelesaian ruas jalan di depan RSUD Sering, Kabupaten Sumbawa.
Dalam unggahan yang sama, Iqbal disebut mengajak Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi (BPJP) Wilayah Pulau Sumbawa, Mustafa Barax, ST., MT., untuk mendatangi BPJN NTB guna meminta dukungan peralatan demi mempercepat penyelesaian pekerjaan tersebut.
“Ayo Bang, kita ke BPJN NTB, pinjam alat untuk percepatan penyelesaian jalan depan RSUD Sering di Sumbawa itu. Kalau molor penyelesaiannya, nggak enak saya sama Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot,” ujar Iqbal dikutip dalam unggahan itu.
Sementara itu, Kepala BPJN NTB Rikson, ST., MT., menjelaskan bahwa NTB menempati peringkat kedua secara nasional dalam tingkat kemantapan jalan nasional. Pihaknya menyatakan akan mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut.
“Provinsi NTB menempati urutan kedua dari segi kemantapan jalan nasional dari seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini akan kami pertahankan dan terus kami tingkatkan,” jelas Rikson.
BPJN NTB juga menyatakan komitmen untuk mendukung penanganan jalan provinsi, khususnya ruas yang menunjang konektivitas transportasi dan ketahanan pangan. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui program reguler maupun Inpres Jalan Daerah (IJD), sesuai ketentuan dan program yang tersedia. (era)



