BerandaPENDIDIKANBLUD Kriya SMKN 5 Mataram Bidik Pelanggan Muda

BLUD Kriya SMKN 5 Mataram Bidik Pelanggan Muda

Mataram (Suara NTB) –Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kriya SMKN 5 Mataram, terus memperlebar jangkauan peminatnya. Setelah menjangkau pembeli hingga luar negeri, kini kembali membidik pelanggan muda dan masyarakat ekonomi kelas menengah bawah.

Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal mengatakan, rencana perluasan pangsa pasar bertujuan untuk memastikan produk BLUD Kriya dapat dijangkau oleh semua lini masyarakat.

Selama ini, karya BLUD SMKN 5 Mataram, khususnya Kriya Batik dominan dibeli oleh masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas. Pasalnya, model hingga harga batik Sasak Samawa Mbojo (Sasambo) khas SMKN 5 Mataram sekolah relatif tinggi.

Harga itu disebabkan bahan baku didatangkan dari luar daerah. Selain itu, produk batik memiliki standar tinggi dalam proses produksinya.

“Ada standarnya yang kami harus ikuti. Kami tidak mau main-main dengan standar itu,sehingga kami bisa memastikan jaminan mutu produk,” ujarnya, Rabu (21/10).

Meski jaminan kualitas produk terjamin, harga tinggi memaksa jangkauan pasar menjadi terbatas. Karena itu, Istiqlal berencana membuat batik Sasambo yang dapat dibeli kaum muda dan masyarakat menengah bawah.

“Saya ingin sekali nanti batik ini bukan cuma menjangkau kelas menengah ke atas, tapi juga sasaran yang paling besar sekarang adalah generasi muda. Baik itu nanti untuk memproduksi batik ini ataupun untuk menjadi pemakai,” terangnya.

Namun, target pasar baru ini memerlukan pertimbangan yang matang baik harga maupun model batik perlu disesuaikan tanpa mengurangi kualitas produk secara signifikan. “Jadi batiknya mungkin kita buat casual nanti. Terus harganya juga bisa  lebih rendah,” kata Istiqlal.

Perluasan target pasar batik Sasambo ini tidak hanya didasarkan orientasi bisnis semata, melainkan sebagai upaya sekolah untuk memperkenalkan batik  sebagai warisan budaya kepada anak muda. Semua lini masyarakat mesti dapat mengenakan batik tanpa khawatir harga yang tinggi.

“Karena ini salah satu warisan yang perlu kita lestarikan,” tegasnya.

Sebagai informasi, BLUD Kriya milik SMKN 5 Mataram tidak hanya menghasilkan batik, tetapi juga jenis kriya lain. Seperti Kriya Keramik hingga Kriya Kulit. Semua produk tersebut dikerjakan oleh alumni SMKN 5 Mataram dan proses pembelajaran siswa melalui skema teaching factory.

SMKN 5 Mataram tidak hanya menghasilkan omzet hingga Rp1 miliar per tahun, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya NTB ke pasar dunia. “Jadi misi kita bukan cuma sekadar bisnis tapi kita juga aspek pendidikan. Jadi kita sudah membantu beberapa UMKM di sini untuk berkembang, kita latih,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN















VIDEO