Mataram (Suara NTB) –Sejumlah sekolah masih menghadapi kendala jelang pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) dijadwalkan digelar 26 Oktober. Salah satunya SMAN 1 Gunung Sari memiliki keterbatasan ruangan untuk melaksanakan tes.
Kepala SMAN 1 Gunung Sari, Musyrifin mengatakan, pihaknya masih berjibaku mengatasi persoalan keterbatasan ruang untuk pelaksanaan tes kompetensi akademik. Pasalnya, sejumlah ruangan saat ini masih dalam proses rehabilitasi.
Alhasil, tidak semua ruangan dapat difungsikan sebagai ruang belajar dan ruang pelaksanaan tes. Sebagian siswa bahkan masih belajar di luar ruangan.
“Kita evaluasi sama teman-teman panitia ternyata ada keterbatasan tempat. Informasinya pelaksanaan TKA hanya tiga sesi. Jadi sementara kami kalau tiga sesi banyak siswa yang ikut. Jadi kekurangan tempat itu,” ujarnya, Rabu (21/10).
Selain keterbatasan infrastruktur, ruang kelas yang menjadi lokasi pelaksanaan TKA nantinya masih relatif sempit. Sementara jumlah siswa yang akan ikut TKA tahun ini sebanyak 350 orang. Luas ruangan dengan jumlah siswa yang cukup banyak itu, menjadi salah satu tantangan.
Keberadaan fasilitas pendukung seperti laptop juga sempat menjadi kendala pelaksanaan tes. “Laptop kurang sekitar 5 atau 10 unit, tetapi itu bisa kita antisipasi,” katanya.
Musyrifin menambahkan, sarana prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan TKA di SMAN 1 Gunung Sari dipastikan memadai. Sekolah juga telah melaksanakan pengayaan untuk siswanya agar siap menghadapi tes nantinya.
Dengan persiapan yang matang, ia berharap siswa dapat melaksanan TKA dengan optimal dan menuai hasil yang maksimal. “Harapannya nilai TKA juga lebih baik daripada tahun sebelumnya, karena itu akan menjadi pertimbangan mereka juga masuk di perguruan tinggi,” pungkasnya. (sib)



