Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot memastikan akan mengawal khusus program listrik desa di tahun 2027 di beberapa desa yang sudah diusulkan sebelumnya. Program ini diprioritaskan beberapa dusun yang masih dalam kondisi tanpa listrik.
“Kami akan tetap mengawal secara khusus terhadap usulan beberapa dusun-dusun yang belum menikmati listrik,sehingga akan menjadi prioritas dalam Program Listrik Perdesaan (Lisdes),” kata Haji Jarot saat rapat sinkronisasi usulan lokasi program Lisdes di Kantor Gubernur NTB.
Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat,sehingga wilayah terpencil yang belum terlayani listrik bisa menjadi prioritas penanganan.
Ia bersyukur, Kabupaten Sumbawa mendapatkan jatah di lima lokasi untuk program listrik desa di Desa Mungkin, Tepal, Baturotok, Tangkam Pulit, dan Bao Desa. Kelima desa ini masih dalam tahap pemasangan tiang.
“Kami siap mendukung penuh program Lisdes. Sinergi dengan Kementerian ESDM dan PLN terus diperkuat, agar pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau dusun-dusun yang hingga kini belum teraliri listrik,” ucapnya.
Perluasan jaringan listrik terutama ke dusun-dusun menjadi hal yang sangat penting dan dilakukan secara bertahap serta berkelanjutan. Ia berharap usulan tersebut mendapat tindak lanjut melalui koordinasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah daerah, dan PLN.
Salah satu desa yang diusulkan untuk mendapatkan program tersebut yakni Desa Matemega yang berada di Kecamatan Alas. Berdasarkan data sekitar 500 kepala keluarga (KK) tinggal di desa tersebut,belum merasakan listrik dari PLN.
Komunikasi dengan pihak PLN juga terus dilakukan termasuk bersurat secara resmi agar bisa segera direalisasikan. Pemerintah juga memastikan akan siap memfasilitasi PLN untuk proses peminjaman kawasan hutan ke kementerian terkait sebagai lokasi pemasangan tiang. (ils)
Â



