Selong (Suara NTB) – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar gerakan pasar murah dengan melibatkan sejumlah instansi pemerintah, distributor, pelaku usaha, serta kelompok peternakan dan champion cabai. Pada momen ini, cabai dijual Rp40 ribu per kilogram.
Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas pangan.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Lotim, Parhan, di sela kegiatan Pasar Murah di halaman Kantor Camat Selong, Rabu (21/10/2026) mengatakan kegiatan pasar murah ini diharapkan bisa tekan inflasi.
“Alhamdulillah, berbagai instansi ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ada dari perdagangan, peternakan, pertanian, perikanan, Bulog, serta distributor yang didatangkan oleh Dinas Perdagangan,” ujar Parhan.
Pelaksanaan pasar murah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat. Meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, pihaknya berupaya memilih lokasi yang dinilai sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kegiatan.
Menurutnya, kegiatan pasar murah dijadwalkan berlangsung hingga hari berikutnya. Selain itu, akan dilaksanakan pula pertemuan melalui Zoom secara nasional sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia.
Kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut, terutama di tingkat desa dan wilayah, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Insyaallah, kegiatan seperti ini akan tetap kami lanjutkan, terutama di tingkat desa dan kewilayahan,” katanya.
Pasar murah menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan, khususnya menjelang musim penghujan. Kondisi cuaca yang kurang mendukung berpotensi memengaruhi produksi dan pasokan sejumlah komoditas, termasuk cabai.
Dalam kegiatan tersebut, cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, harga cabai di pasaran disebut telah mencapai sekitar Rp53 ribu per kilogram, sedangkan melalui kegiatan pasar murah, Champion Cabai Lotim menjualnya dengan harga Rp40 ribu per kilogram.
“Cabai ini harganya kadang-kadang turun, tetapi lebih sering mengalami kenaikan. Biasanya pada musim penghujan, harganya bisa mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram,” jelasnya.
Sementara itu, harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya dilaporkan masih relatif normal. Kehadiran Perum Bulog dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyediakan bahan pangan bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Selain cabai, pasar murah turut menyediakan telur yang didatangkan dari peternakan. Berdasarkan informasi penyelenggara, telur ukuran sedang dijual sekitar Rp48 ribu per, sedangkan telur berukuran lebih besar mencapai Rp50 ribu per tray.
Champion Cabai Lotim, H. Subhan, ditempat yang sama mengatakan keterlibatannya dalam pasar murah merupakan bagian dari kontribusi pelaku usaha cabai dalam membantu pemerintah mengendalikan inflasi, terutama inflasi yang dipicu kenaikan harga cabai.
“Champion cabai itu tugasnya selain untuk memproduksi, juga ikut serta dalam penanganan inflasi, khususnya komoditas cabai yang sering menyebabkan inflasi,” ungkap Subhan.
Ia menegaskan, dalam kegiatan memperingati Hari Pangan Sedunia tersebut, pihaknya berupaya menyediakan cabai dengan harga Rp40 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang menurutnya telah melampaui Rp50 ribu per kilogram.
Subhan mengakui, penjualan dengan harga tersebut bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan. Baginya, yang terpenting adalah masyarakat Lotim dapat menikmati cabai dengan harga yang lebih terjangkau, mendekati harga di tingkat petani. (rus)



