Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menegaskan komitmen kuatnya dalam melindungi serta menyiapkan masa depan generasi muda.
Komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kekerasan Fisik dan Seksual Serta Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang berlangsung hangat dan interaktif di SMK Negeri 1 Taliwang, KSB, Rabu (21/10).
Kegiatan edukatif ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) NTB, Indah Dhamayanti Putri, bersama Wakil Bupati KSB sekaligus Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) KSB, Hanipah.
Turut hadir pula dalam acara tersebut jajaran Kepala Dinas lingkup Pemprov NTB (di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil serta Bappeda), pimpinan instansi vertikal seperti BKKBN dan BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KSB beserta jajaran pengurus, unsur pimpinan sekolah, serta ratusan siswa-siswi SMKN 1 Taliwang.
Dalam arahannya, Wagub NTB, Indah Dhamayanti Putri, menekankan bahwa edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan pendewasaan usia pernikahan merupakan kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas persoalan sosial saat ini.
Menurutnya, turun langsung menyapa dan mengedukasi pelajar adalah tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan masa depan daerah.
“Orang mungkin melihat ini sebatas kegiatan seremonial, tetapi ini jauh lebih baik daripada kita tidak melakukan apa-apa. Ini menunjukkan kepedulian kita pada masa depan generasi hari ini dan ke depan. Isu kekerasan dan pernikahan dini adalah PR besar seluruh pihak di NTB,” tegas Wagub.
Selain fokus pada perlindungan anak, Ia juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan potensi peserta didik. Ia mengingatkan para pendidik agar memberikan ruang dan porsi apresiasi yang seimbang antara prestasi akademik maupun non-akademik, seperti bidang seni dan kegiatan ekstrakurikuler.
Di samping itu, terkait program pembenahan fasilitas pendidikan, Wagub berpesan kepada pihak sekolah agar betul-betul mengawal mutu dan kualitas pembangunan fisik agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh para siswa.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati KSB, Hanipah, menyambut hangat kehadiran rombongan Pemprov NTB di wilayahnya. Dalam pemaparannya, ia mengajak para siswa SMKN 1 Taliwang untuk bersyukur atas kesempatan mengenyam pendidikan dan memanfaatkan masa muda untuk membangun karakter yang tangguh.
Hanipah menyoroti berbagai tantangan era digital dan dinamika pergaulan remaja saat ini, mulai dari pengaruh negatif media sosial, risiko perundungan (bullying), ancaman narkoba, hingga bahaya pernikahan anak di bawah umur.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa dan calon pimpinan masa depan KSB. Manfaatkan masa sekolah untuk mengembangkan potensi. Katakan tidak pada seks bebas, katakan tidak pada narkoba, dan katakan tidak pada pernikahan dini!” seru Hanipah.
Suasana acara berlangsung dinamis dan penuh keakraban tatkala jajaran pimpinan daerah berdialog secara langsung dengan para pelajar. Melalui ruang interaksi ini, para siswa didorong untuk lebih berani menyuarakan hak-haknya, melindungi diri sendiri, serta membangun solidaritas antarteman guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Melalui kolaborasi lintas instansi antara Pemprov NTB, Pemda KSB, organisasi wanita (BKOW, GOW, DWP), serta pihak sekolah, kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan momentum strategis dalam mencetak generasi muda NTB yang cerdas, bermental kuat, berakhlak mulia, dan siap menyongsong masa depan yang gemilang. (r/ham)



