BerandaNTBLOMBOK UTARABupati KLU Optimis Jalannya 26 Desa Persiapan

Bupati KLU Optimis Jalannya 26 Desa Persiapan

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., optimis terhadap pelayanan maupun pemenuhan syarat administratif di 26 desa persiapan dapat berjalan lancar. Penilaian tersebut disampaikan setelah ia melihat masyarakat di sejumlah desa persiapan, menyambut pemerintahan desa persiapan dengan euforia dan semangat gotong royong yang tinggi.


“Desa Persiapan Torean adalah desa yang paling siap untuk dimekarkan dari sisi fisiknya. Kantor desanya sudah ada, aulanya sudah ada, dan Pustu (Puskesmas Pembantu), juga sudah ada di sini. Ini membuktikan sekali lagi masyarakat kita di Desa Loloan ini memang ingin dimekarkan,” ungkap Bupati, saat menghadiri silaturahmi masyarakat Desa Persiapan Torean, Kecamatan Bayan, Sabtu (24/10/2026).


Desa Persiapan Torean termasuk salah satu desa dengan potensi wisata menjanjikan. Masyarakat di desa ini banyak berkecimpung dengan aktivitas pendakian menuju Taman Nasional Gunung Rinjani.


Oleh karenanya, silaturahmi masyarakat desa persiapan, tidak hanya dihadiri Bupati, tetapi juga, Wakil Bupati, dan Anggota DPRD Provinsi NTB, Sudirsah Sujanto.


Bupati turut meresmikan Peresmian Pustu Torean, sekaligus menandai perjalanan baru bagi masyarakat Desa Persiapan Torean.


Najmul menilai, Desa Persiapan Torean, merupakan salah satu desa yang dinilai paling siap untuk dimekarkan dari desa induk. Pasalnya, desa di kaki Gunung Rinjani tersebut memiliki dukungan sarana prasarana yang disiapkan dengan baik oleh pemerintah dan masyarakat.


“Kesiapan fisik ini membuktikan bahwa masyarakat Desa Loloan (desa induk) dan Torean memang memiliki tekad kuat untuk memekarkan wilayahnya demi mendekatkan pelayanan publik,” imbuhnya.


Najmul menambahkan, sebanyak 26 desa persiapan di KLU, memasuki tahap krusial. Nomor registrasi desa dari pemerintah pusat dan provinsi telah keluar. Langkah selanjutnya adalah mendaftarkan desa-desa tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.


“Setelah didaftarkan di Kemendagri, Kementerian Keuangan akan melihat daftar desa ini, dana-dana yang oleh pemerintah diberikan kepada desa-desa di Indonesia, maka Desa Torean adalah salah satu desa yang berhak mendapatkan dana ittu, inilah tujuan utama dari pemekaran ini,” tegasnya.


Sementara berkaitan dengan masa transisi, Bupati Najmul menginstruksikan agar Pj. Kepala Desa Torean, secara konsisten berkomunikasi secara baik dengan Kepala Desa Loloan maupun masyarakat desa persiapan. Sesuai aturan, Desa Persiapan Torean berhak mendapatkan alokasi anggaran maksimal 30 persen dari desa induk.


“Yang 30 persen ini nanti dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat yang ada di Torean,” imbuhnya.


Ia juga mengingatkan, bahwa tugas penting Pj. Kades ke depannya tidak hanya menjalankan roda pemerintahan harian. Tetapi juga, mempersiapkan segala sesuatunya menuju desa definitif, termasuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Ia berharap, SDM di Desa Persiapan Torean ke depan, ikut andil dalam proses Pilkades sehingga memunculkan figur Kepala Desa yang dapat membawa masyarakat desa menjadi lebih berkembang dan maju di masa depan.


Sementara, Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, menambahkan bahwa proses menuju desa definitif tidak instan. Berdasarkan pengalaman 10 desa persiapan sebelumnya, prosesnya memakan waktu lebih dari 4 tahun.
Ia menekankan bahwa tugas Pj. Kepala Desa sangat berat, dengan delapan tugas pokok yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu mendukung Pj. Kades. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO