Mataram (Suara NTB) – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengukuhkan pengurus masa bakti 2026–2030 di Auditorium Museum Negeri NTB, Minggu (25/10/2026). Dalam kesempatan yang sama, Kosti NTB menghibahkan satu unit sepeda ontel kepada Museum Negeri NTB sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan sejarah melalui gerakan komunitas.
Ketua Kosti NTB, H. Agus Cahyono, yang kembali terpilih sebagai ketua dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) pada Minggu (2/8/2026), mengatakan Kosti merupakan wadah bagi komunitas, paguyuban, klub, penggiat, dan pencinta sepeda tua di Indonesia, termasuk di NTB. Saat ini, Kosti telah menjadi induk organisasi (inorga) anggota tetap Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi).
“Kosti NTB terbentuk pada 20 Februari 2022. Alhamdulillah, kehadiran Kosti di NTB dapat diterima oleh masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Agus menyebutkan, pada awal pembentukannya, Kosti NTB hanya memiliki 12 komunitas sepeda ontel. Namun, dalam kurun waktu hampir lima tahun, jumlah tersebut bertambah signifikan menjadi 28 komunitas dengan total 350 anggota dan sekitar 500 unit sepeda.
Dari 28 komunitas tersebut, Kosti NTB telah mengembangkan kepengurusan di sejumlah kabupaten/kota, yakni Kota Mataram serta Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Utara. Ke depan, Kosti NTB juga berupaya memperluas jangkauan organisasi hingga ke Pulau Sumbawa.
Agus menegaskan, kehadiran Kosti NTB bukan sekadar untuk menyalurkan hobi, melainkan juga menjalankan misi pelestarian sejarah melalui sepeda tua. Menurutnya, sepeda tua bukanlah barang rongsokan, tetapi memiliki nilai sejarah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Di setiap karat dan bunyi loncengnya ada cerita perjuangan bangsa. Tugas kita adalah merawatnya agar generasi muda mengetahui bahwa inilah kendaraan yang mengantar para pejuang, pegawai pemerintahan, guru, dan pedagang,” ucapnya.
Selain melestarikan sepeda tua, Kosti NTB juga aktif menggelar kegiatan bakti sosial. Organisasi ini turut merancang program pembinaan bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sepeda tua sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu upaya yang direncanakan adalah memberikan edukasi ke sekolah-sekolah.
Agus menambahkan, NTB sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata prioritas nasional memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan wisata berbasis komunitas. Karena itu, Kosti NTB berencana menggelar kegiatan bersepeda atau ngontel berskala regional hingga nasional.
Melalui kegiatan tersebut, para pencinta sepeda tua dari berbagai daerah, baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa, diharapkan dapat berkunjung ke NTB untuk mengikuti kegiatan bersepeda bersama sekaligus berwisata bersama keluarga.
Dalam kesempatan itu, Kosti NTB juga menyerahkan hibah satu unit sepeda ontel kepada Museum Negeri NTB sebagai bentuk kontribusi dalam pelestarian budaya dan sejarah daerah. Sepeda tersebut merupakan sepeda yang ditemukan di wilayah Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dan disebut sebagai produk Belanda yang digunakan pada masa kolonial.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhamad Ihwan, mengatakan Kosti NTB merupakan bagian dari upaya pelestarian kebudayaan. Menurutnya, Kosti tidak hanya menjadi komunitas pencinta sepeda tua, tetapi juga wadah untuk menjaga dan melestarikan budaya serta sejarah di NTB.
“Mereka bisa mengambil bagian dalam momen-momen gowes sambil melestarikan budaya bangsa yang kita miliki sampai saat ini,” ujarnya. (pan)



