BerandaNTBLOMBOK TENGAHBalai Bahasa NTB dan MGMP Bahasa Indonesia SMK Loteng Perkuat Kompetensi Profesional...

Balai Bahasa NTB dan MGMP Bahasa Indonesia SMK Loteng Perkuat Kompetensi Profesional Guru

Praya (Suara NTB) — Balai Bahasa Provinsi NTB bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kompetensi Profesional Guru SMA/SMK Negeri dan Swasta melalui Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam penggunaan bahasa Indonesia sekaligus mendukung penguatan literasi dan numerasi guna meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing masyarakat NTB.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB Wilayah II, Supriadi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, penguatan kedua kemampuan tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan generasi muda NTB agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

Pembukaan kegiatan turut diisi dengan laporan Ketua Panitia, Nur Ida Rosmayanti. Kegiatan ini diikuti oleh para guru SMA/SMK negeri dan swasta yang diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan kebahasaan yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran maupun pelaksanaan tugas profesional di sekolah.

Rangkaian kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari Balai Bahasa NTB dengan materi yang dirancang untuk memperkuat kemahiran berbahasa Indonesia dari aspek kaidah bahasa, penyusunan kalimat, literasi, hingga pengukuran kemahiran berbahasa.

Pada sesi pertama, Lentera Nurani Setra menyampaikan materi tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). Materi ini memberikan penguatan mengenai penerapan kaidah ejaan dalam penggunaan bahasa Indonesia, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam penulisan dokumen formal. Penguasaan kaidah ejaan diharapkan dapat membantu guru menghasilkan tulisan yang cermat, tertib, dan sesuai dengan ketentuan kebahasaan.

Sesi kedua menghadirkan Toni Samsul Hidayat dengan materi BPK, sebagaimana tercantum dalam jadwal kegiatan. Dalam sesi tambahan, Toni juga memberikan materi tentang analisis kesalahan dalam tata naskah dinas. Materi tersebut membahas pentingnya ketepatan penggunaan bahasa Indonesia dalam dokumen kedinasan, termasuk mengenali kesalahan kebahasaan yang dapat memengaruhi kejelasan, ketepatan, dan keseragaman penulisan dokumen resmi. Para peserta mengikuti pemaparan dengan antusias. Pembahasan mengenai contoh kesalahan dalam tata naskah dinas menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pemahaman sekaligus meningkatkan kecermatan dalam menyusun dokumen formal.

Pada sesi ketiga, Kasman menyampaikan materi tentang kalimat. Pembahasan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai penyusunan kalimat yang tepat, jelas, dan efektif. Kompetensi tersebut penting bagi guru, tidak hanya dalam menyusun bahan ajar dan perangkat pembelajaran, tetapi juga dalam menyampaikan gagasan secara runtut serta membimbing peserta didik agar mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Selanjutnya, Nurcholis menyampaikan materi literasi. Sesi ini memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi dalam proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan peserta didik. Penguatan literasi diharapkan dapat mendorong guru untuk terus mengembangkan praktik pembelajaran yang mendukung kemampuan membaca, memahami informasi, mengolah gagasan, dan mengomunikasikan pengetahuan secara efektif. Hal ini sejalan dengan arahan peningkatan literasi dan numerasi sebagai bagian dari upaya memajukan mutu pendidikan dan daya saing NTB.

Pada sesi kelima, Hartanto menyampaikan materi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Melalui sesi ini, peserta memperoleh pengenalan dan penguatan pemahaman mengenai UKBI sebagai instrumen untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia. Pemahaman terhadap UKBI diharapkan dapat mendorong guru untuk mengenali tingkat kemahiran berbahasa secara lebih terukur sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengembangan kompetensi bahasa Indonesia secara berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan dimoderatori oleh pengawas SMA/SMK, yaitu Mastur, S.Pd., M.Pd., dan Muhammad Ismail, S.Pd., M.Pd. Kegiatan juga dilengkapi dengan tes awal, refleksi, dan tes akhir sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan program.

Melalui kegiatan kolaboratif ini, Balai Bahasa Provinsi NTB dan MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Lombok Tengah berharap para guru dapat meningkatkan kompetensi kebahasaan serta menerapkannya secara konsisten dalam pembelajaran dan pelaksanaan tugas kedinasan. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak hanya mendukung profesionalitas guru, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi, meningkatkan mutu pendidikan, dan menyiapkan generasi muda NTB yang unggul serta berdaya saing.

Sinergi antara Balai Bahasa Provinsi NTB dan komunitas guru diharapkan terus berkembang sehingga penguatan kemahiran berbahasa Indonesia dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas. Dengan demikian, bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi landasan pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB. (ron)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO