Selong (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menegaskan komitmennya untuk turut berpartisipasi dalam upaya penanganan stunting sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ketua Baznas Lotim, H. Muhammad Kamli, menjelaskan, Baznas pada prinsipnya tidak menyiapkan anggaran secara khusus di luar ketentuan program yang telah ditetapkan. Namun, Baznas memiliki anggaran yang dialokasikan untuk mendukung berbagai program sesuai dengan tugas dan fungsi lembaga.
“Baznas tidak menyiapkan anggaran secara khusus, tetapi yang ada adalah anggaran untuk program,” jelas H. Muhammad Kamli menjawab Suara NTB, Jumat (23/10/2026)
Menurutnya, stunting bukan semata-mata persoalan kesehatan, melainkan juga persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, Baznas memiliki kewajiban moral dan sosial untuk ikut berpartisipasi dalam upaya penanganannya, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Ia menegaskan, partisipasi Baznas dalam penanganan stunting dapat dilakukan melalui program-program yang telah berjalan, khususnya program kemanusiaan serta program pemberdayaan dan pendayagunaan.
Melalui program kemanusiaan, Baznas dapat berkontribusi dalam membantu masyarakat yang menghadapi persoalan sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar.
Sementara itu, melalui program pemberdayaan dan pendayagunaan, Baznas dapat mendorong upaya peningkatan kemandirian keluarga penerima manfaat agar mampu memperbaiki kondisi kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menekan angka stunting, dengan tetap memperhatikan ketentuan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah serta sasaran program yang telah ditetapkan.
Penanganan stunting sendiri membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga sosial, hingga masyarakat. Sinergi tersebut penting agar intervensi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan ekonomi keluarga.
Dengan demikian, keterlibatan Baznas diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan stunting di Lotim melalui pemanfaatan program yang relevan, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baznas Lotim pun menempatkan persoalan kemanusiaan sebagai salah satu ruang kontribusi lembaga, dengan mengoptimalkan program yang tersedia untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. (rus)



