WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih, S.Ag., mendorong Pemkot Mataram bersama aparat keamanan segera mengambil langkah antisipatif menyusul rentetan kejadian yang menimbulkan keresahan masyarakat. Salah satu opsi yang dinilai memungkinkan untuk dipertimbangkan adalah pemberlakuan jam malam, terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
Isti mengatakan, meskipun Kota Mataram tergolong kota kecil, potensi gangguan keamanan tetap perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, pengamanan harus diperkuat, terutama di sejumlah titik yang selama ini terindikasi rawan terjadi gangguan ketertiban.
“Ini yang harus segera diantisipasi oleh pihak-pihak terkait untuk melakukan pengamanan, penjagaan, kemudian patroli dan sebagainya, apalagi di titik-titik rawan yang memang sudah sering diindikasi menjadi tempat terjadinya kerawanan,” ujar Isti.
Orang nomor dua di DPRD Kota Mataram ini menilai, rentetan kejadian yang menimbulkan korban tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mengganggu rasa aman masyarakat. Kondisi tersebut perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Terkait kemungkinan pemberlakuan jam malam, Isti menyebut kebijakan tersebut sangat memungkinkan untuk dipertimbangkan sebagai salah satu upaya pencegahan. Ia mengusulkan batas waktu sekitar pukul 23.00 Wita, dengan toleransi hingga tengah malam, meskipun menurutnya pukul 00.00 sudah terlalu larut bagi pelajar dan mahasiswa untuk berada di luar rumah tanpa keperluan jelas.
“Kalau jam malam diberlakukan, misalnya kita sepakati pukul 23.00, berarti setelah itu mereka tidak boleh lagi keluyuran atau berkumpul tanpa kegiatan yang jelas karena sangat berpotensi menimbulkan hal-hal negatif,” kata Ketua DPD PKS Kota Mataram ini.
Isti menegaskan, kegiatan positif yang dilakukan anak muda tetap perlu didukung. Namun, kebiasaan berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas perlu menjadi perhatian, terlebih jika disertai kepemilikan senjata tajam atau benda berbahaya lainnya.
Selain itu, Isti menyoroti adanya sejumlah titik yang diduga rawan terjadi gangguan keamanan. Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut perlu segera dipetakan dan mendapat pengawasan lebih intensif agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia juga mengingatkan dampak jangka panjang terhadap perekonomian daerah. Citra Mataram sebagai kota yang tidak kondusif dapat membuat calon investor berpikir ulang untuk menanamkan modal. Pelaku usaha kecil, termasuk pedagang makanan yang beroperasi hingga tengah malam, juga berpotensi terdampak apabila aktivitas masyarakat menurun.
Karena itu, Isti meminta pemerintah dan aparat terkait bergerak cepat menyusun langkah pencegahan yang tepat, dengan tetap mempertimbangkan keamanan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kepentingan warga. (fit)



