Selong (Suara NTB) –Pemerintah Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, memanfaatkan bantuan program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi NTB sebesar Rp300 juta untuk mengembangkan kawasan wisata mata air Pesanggrahan.
Dana tersebut dialokasikan untuk membangun kolam renang yang diharapkan mampu menarik kembali wisatawan sekaligus menjadi sarana pembinaan atlet renang.
Kepala Desa Aikmel, Sunarno Sabirhan, mengatakan, pembangunan kolam renang menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan potensi wisata desa yang selama ini belum berkembang maksimal. Selain menambah daya tarik kawasan, fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas olahraga, terutama bagi anak-anak yang memiliki bakat renang.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari Bapak Gubernur melalui program Desa Berdaya ini, kami bisa mulai mengembangkan potensi yang ada di desa. Dana ini kami manfaatkan untuk membangun kolam renang sekaligus mendukung pengembangan pariwisata,” ujar Sunarno saat ditemui di kawasan mata air Pesanggrahan, Jumat, 23 Oktober 2026.
Kolam renang yang dibangun memiliki ukuran sekitar 25 meter panjang dan 11 meter lebar. Pengerjaannya ditargetkan rampung dalam waktu sekitar empat bulan dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat.
Sunarno berharap, pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya memperbaiki sarana wisata, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak di Aikmel dan sekitarnya untuk mengembangkan kemampuan berenang secara lebih terarah. Selama ini, keterbatasan fasilitas menjadi salah satu kendala bagi anak-anak yang ingin berlatih secara rutin.
“Harapan kami, dengan adanya kolam renang ini, anak-anak yang memiliki potensi bisa mendapatkan pembinaan. Mereka tidak hanya bisa berenang, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi atlet,” katanya.
Pengembangan kolam renang ini, tambahnya, sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa Aikmel menghidupkan kembali kawasan wisata mata air Pesanggrahan. Kawasan yang memiliki sumber mata air alami yang ada sejak zaman kolonial Belanda ini biasanya ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada hari libur dan momentum Lebaran. Selain itu, Pesanggarahan juga dijadikan sebagai tempat kegiatan adat.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan. Keterbatasan fasilitas dan sarana pendukung menjadi salah satu tantangan yang perlu dibenahi agar kawasan tersebut kembali menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata.
Menurut Sunarno, penambahan kolam renang diharapkan menjadi daya tarik baru yang melengkapi potensi mata air alami ini. Dengan fasilitas yang lebih memadai, kawasan Pesanggrahan diharapkan kembali ramai dan mampu menarik pengunjung dari berbagai wilayah di Lombok Timur.
“Dulu kawasan ini cukup ramai, terutama saat Lebaran. Kami berharap dengan adanya pengembangan fasilitas, kunjungan masyarakat bisa meningkat kembali,” ujarnya.
Ia menyadari, pembangunan kolam renang saja belum cukup untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata yang berkembang secara berkelanjutan. Diperlukan penataan dan pengembangan fasilitas secara bertahap, disertai dukungan berbagai pihak agar potensi yang dimiliki desa dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pengembangan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berlanjut pada pengelolaan kawasan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang.
Lebih jauh, Sunarno berharap meningkatnya kunjungan wisatawan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ramainya kawasan wisata berpotensi mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari penjualan makanan dan minuman hingga usaha lain yang mendukung kebutuhan pengunjung.
Dengan demikian, manfaat program Desa Berdaya diharapkan tidak hanya terlihat dari tersedianya fasilitas baru, tetapi juga dari terbukanya kesempatan kerja dan bertambahnya aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Pelibatan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan menjadi salah satu bentuk manfaat awal yang dapat dirasakan masyarakat. Ke depan, peluang ekonomi diharapkan semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kunjungan dan aktivitas wisata.
Sunarno menegaskan, Pemerintah Desa Aikmel berkomitmen memanfaatkan bantuan Desa Berdaya sebagai langkah awal untuk memperkuat potensi lokal. Pengembangan kawasan Pesanggerahan diharapkan dapat berjalan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki desa. (bul)



