Mataram (Suara NTB) – Komando Daerah Militer (Kodam) XXX/Rinambora membuka rekrutmen calon bintara dan tamtama TNI Angkatan Darat (AD). Rekrutmen perdana ini menyiapkan kuota khusus bagi seribu orang untuk menjalani pendidikan langsung di wilayah NTB pada awal tahun depan. Namun, untuk total alokasi kebutuhan prajurit, hingga kini pihaknya belum ada penjelasan resmi.
Pangdam XXX/Rinambora, Mayjen TNI Edi Saputra, mengungkapkan kebijakan ini merupakan bagian dari program strategis TNI AD dalam memperkuat penataan organisasi di wilayah teritorial baru.
“Mulai kita seribu orang dulu, untuk dididik di wilayah NTB. Sambil kita melihat karena ini Kodam baru, kita butuh penataan organisasi, kita perlu satuan setidak Rindam, nantinya ke depan dibangun dulu di sini,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Senin, 26 Oktober 2026.
Meski demikian, untuk tahap awal penyelenggaraan pendidikan militer ini, pihaknya masih akan menginduk ke Resimen Induk Kodam (Rindam) IX/Udayana di Bali. Hal ini karena, fasilitas pangkalan dan sarana pendukung pelatihan di sana sudah siap digunakan untuk pembentukan prajurit TNI AD.
“Sementara kita menginduk kepada Rindam di Udayana dulu, di Bali. Karena di sana yang memiliki pangkalan, tempat, untuk menyelenggarakan pendidikan pembentukan prajurit. Tapi mulai tahun depan, kita juga sudah mendidik di sini untuk kapasitas yang terbatas,” jelasnya.
Terkait kepastian alokasi kuota rekrutmen secara keseluruhan, Pangdam menyebutkan pihaknya masih menunggu instruksi dan petunjuk resmi dari Mabes TNI AD dan Kementerian Pertahanan. Kendati demikian, kesempatan terbuka seluas-luasnya bagi masyarakat NTB yang berkeinginan mengabdi sebagai prajurit.
“Kesempatan dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat yang berkeinginan menjadi prajurit TNI untuk segera mendaftar. Nanti ikuti seleksi, dan di awal tahun akan mengikuti pendidikan,” imbuhnya.
Terpisah, Perwira Seksi Personalia (Pasi Pers) Kodim Mataram, Mayor Cpl Annas mengungkapkan, jumlah pendaftar animo untuk jalur Bintara dan Tamtama terus menunjukkan peningkatan signifikan. “Animo pendaftaran di Mataram ini sangat bagus dan luar biasa untuk masyarakat Kota Mataram, Lombok Barat, hingga Lombok Utara,” katanya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah pendaftar Tamtama di wilayah Mataram telah mencapai 782 orang, 384 di antaranya telah terverifikasi secara administrasi. Dengan animo pendaftar di Kodim Mataram itu di angka 212. Sementara itu, untuk animo Tamtama ditetapkan sebanyak 848 orang dengan yang tervalidasi 396.
“Untuk jumlah pendaftar Bintara juga cukup tinggi, namun khusus Tamtama masih memerlukan tambahan pendaftar karena target animo yang ditetapkan masih kurang,” ujarnya.
Annas menjelaskan, proses pendaftaran prajurit TNI AD ini dijadwalkan akan berlangsung hingga bulan Desember mendatang. Meski demikian, masa pendaftaran bisa saja ditutup lebih awal apabila kuota alokasi penempatan di setiap gelombang telah terpenuhi sepenuhnya. Mengingat tingginya pergerakan data pendaftar saat ini.
Terkait persyaratan pendidikan, Annas menegaskan pendaftaran ini terbuka bagi lulusan SMA atau sederajat, termasuk pendaftar dari paket C yang berminat melalui jalur Tamtama. Selain itu, proses seleksi juga memberikan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi strata satu (S1) maupun guru honorer yang memenuhi kualifikasi.
“Bagi masyarakat yang sedang menempuh atau telah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi juga dipersilakan mendaftar. Ada beberapa sarjana hingga eks guru honorer yang turut ambil bagian dalam seleksi tahun ini.” katanya. (era)



