BerandaNTBKOTA MATARAMSD Al-Iqra Jadi Pilot Project Skema Prasmanan MBG

SD Al-Iqra Jadi Pilot Project Skema Prasmanan MBG

Mataram (Suara NTB) –Sekolah Dasar Al-Iqra Mataram menjadi pilot project uji coba skema prasmanan makanan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Uji coba ini untuk memastikan skema baru tersebut, dapat diterapkan di seluruh sekolah.

Skema ini belum diterapkan secara keseluruhan untuk seluruh siswa, melainkan dijadwalkan secara bergiliran. Pada Selasa (27/10), skema prasmanan dibagikan dengan kuota 129 porsi. Dengan rincian untuk 61 siswa kelas V dan 62 siswa kelas VI serta enam guru.

“Kalau untuk di NTB, khususnya di Kota Mataram, baru SD Al-Iqra saja,” ujar Korwil BGN Kota Mataram, Muhammad Rizky Prasetya dikonfirmasi, Selasa (27/10)

Rizky menegaskan, evaluasi terhadap skema baru ini harus tetap dilakukan. Informasi terkait pelaksanaan di lapangan mesti tetap dilaporkan untuk terus memperbaiki kualitas pendistribusian.

Ia menekankan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan. Seperti pengendalian suhu, waktu, higienisitas dan sanitasi, keamanan, penyaluran dan pemorsian, pelabelan, pemeriksaan sebelum penyaluran, hingga penanganan jika ada ketidaksesuaian.

Rizky menyampaikan, sekolah lain boleh menerapkan skema serupa. Akan tetapi, beberapa tahapan yang perlu dilakukan terlebih dahulu. Pertama, sekolah diminta mengusulkan ke SPPG setempat menggunakan surat resmi. Usulan tersebut nantinya akan diteruskan oleh SPPG ke pusat.

“Jadi model pilot project MBG prasmanan ini memang harus ada verifikasi dulu dari pusat. Diajukan oleh SPPG dimana nanti akan diverifikasi oleh tim pusat maka alat dan sebagainya harus sesuai standar dan SOP yang ada,” pungkasnya

Digemari Siswa

Skema penyaluran makanan bergizi gratis dengan cara prasmanan menuai respons positif dari guru dan siswa SD Al-Iqra Mataram. Selain kepastian menu yang hangat dan segar, skema ini juga mendorong siswa ikut aktif dalam mengawasi menu makanan.

Ida, salah satu guru SD Al-Iqra mengatakan, skema baru ini memicu peningkatan konsumsi pada MBG. Berbanding terbalik dengan penyaluran menggunakan ompreng.

“Tingkat konsumsinya kalau disajikan secara prasmanan ini tentunya lebih tinggi kalau yang kemarin pas disajikan menggunakan ompreng makanannya sudah dingin ketika sampai di sekolah. Kalau yang sekarang lebih hangat jadi otomatis anak-anak pasti habis,” ujarnya.

Selain itu, skema prasmanan juga memungkinkan siswa dapat memilih menu dan porsi yang sesuai dengan keinginannya.

Pengalaman positif turut disampaikan siswa sebagai penerima manfaat MBG. Menurut mereka, skema ini tidak hanya memastikan penyajian menu lebih hangat dan segar, mereka juga bisa turut serta dalam membagikan makanan ke teman-temannya.

Seperti yang diungkapkan Jingga, siswa kelas VI SD Al-Iqra Mataram. Ia yang bertugas membagikan makanan ke teman-temannya mengaku senang. “Ini pengalaman baru dan pertama. Dan seru,” katanya.

Hal serupa disampaikan Audri, siswa kelas VI SD Al-Iqra Mataram. Hal yang menurutnya menyenangkan adalah dapat membagikan makanan ke teman-temannya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO