BerandaHEADLINEManfatkan Program CKG

Manfatkan Program CKG


CAPAIAN Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi NTB hingga Oktober 2026 mencapai 39,79 persen. Capaian tersebut setara dengan 2,2 juta orang dari total 5,7 juta sasaran di provinsi ini. Angka 39,79 persen tersebut dinilai melampaui rata-rata nasional sebesar 38,90 persen.


Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengatakan pihaknya mengejar target capaian hingga 46 persen hingga akhir 2026. Di sisa waktu dua bulan ini pihaknya melakukan upaya percepatan pelaksanaan CKG agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.


“Kemudian kalau di rata-rata nasional justru kita melampaui dari rata-rata nasional. Rata-rata nasional itu 38,90 untuk cakupan, untuk cek kesehatan gratis. Kita lihat dari target yang diberikan kan tahun ini sekitar 46 persen,” ujarnya, Jumat, 30 Oktober 2026.


Dalam pelaksanaannya, lanjutnya CKG tidak hanya berorientasi pada jumlah masyarakat yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Lebih dari itu, kualitas pelayanan serta tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan menjadi yang paling penting.


Sejumlah penyakit yang umum ditemukan di antaranya diabetes melitus, dan kolesterol. Masyarakat yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan diharapkan menjalani pengobatan secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat. Sebab, apabila tidak ditangani dengan baik, penyakit seperti hipertensi dan diabetes berpotensi menimbulkan komplikasi dalam jangka panjang, bahkan meningkatkan risiko kematian.


“Kalau dia tidak berobat, maka ke depan paling tidak 2 tahun ke depan sudah terjadi komplikasi. Ini tidak bagus untuk kesehatan bersangkutan. Bahkan ada risiko kematian kalau tidak dilakukan intervensi,” katanya.


Di samping itu, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, kanker, dan gangguan ginjal masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan, termasuk di rumah sakit rujukan di NTB.


“Nah itu juga sekarang yang masih mendominasi dari rumah sakit-rumah sakit rujukan kita. Nah ini yang harapnya ke depan kasus-kasus ini bisa tereduksi, supaya tidak sampai menjadi peningkatan yang signifikan, pengendalian yang terpenting disini,” bebernya.


Selain faktor pelayanan kesehatan, perilaku dan lingkungan masyarakat juga menjadi tantangan dalam pengendalian penyakit. Karena itu, perlu y hidup sehat, mulai dari aktivitas fisik, pola makan, hingga pola tidur. Masyarakat juga diimbau membatasi konsumsi garam untuk mencegah hipertensi serta mengurangi konsumsi gula guna menekan risiko diabetes melitus.


“Rendah garam dengan hipertensi, kemudian rendah gula. Karena gula ini juga kan menjadi satu, kalau konsumnya berlebihan itu juga tidak bagus untuk kesehatan,” pungkasnya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO