Mataram (Suara NTB) –Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar, Rabu (28/10) berlangsung sakral dan khidmat. Bukan hanya karena peran pembawa bendera dan petugas upacara. Tetapi juga kontribusi paduan suara yang dengan syahdu menyanyikan lagu kebangsaan.
Sekelompok remaja itu adalah siswa terpilih yang tergabung dalam tim Paduan Suara (Padus) SMAN 2 Mataram. Meski tidak menjadi pusat perhatian, peran mereka cukup sentral. Memandu peserta upacara bernyanyi untuk merefleksikan diri sebagai anak bangsa.
Greycia Angelika Baco, siswa kelas XII dan Maria Cecilia Christina Alves, siswa kelas XI merupakan anggota paduan suara SMAN 2 Mataram. Mereka mengakui, bergabung ke dalam tim paduan suara karena hobi. Sementara, kemampuan mengolah suara itu sudah mereka latih di paduan suara Gereja.
Berkat suara indah itu, mereka selalu tampil di setiap kegiatan besar di daerah. Salah satunya pada acara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar Dikpora NTB, Rabu (28/10). Kehadiran mereka di acara tersebut, tidak hanya untuk sekadar unjuk kebolehan,tetapi sebagai wujud kecintaan pada tanah air.
“Kalau kita ikut untuk berpartisipasi di setiap upacara Sumpah Pemuda itu merupakan cara kita sebagai pemuda Indonesia mengekspresikan bahwa kita itu cinta tanah air, cinta Indonesia,” kata Greycia.
Sementara, Cecilia menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai cara merefleksikan kembali perjuangan pemuda bangsa dalam membangkitkan semangat juang. Pemuda saat ini ujarnya, perlu meneladani perjuangan tersebut dengan cara beragam,termasuk lewat suara dan nyanyian.
“Mungkin saya bangga sama semua orang yang sudah berpartisipasi dan sudah berdedikasi dalam acara Sumpah Pemuda. Paduan suara mungkin punya cara tersendiri untuk mengekspresikan bahwa mereka juga bisa berdedikasi dalam acara tersebut,” tuturnya.
Di sisi lain, kecakapan siswa paduan suara SMAN 2 Mataram itu tak terlepas dari jerih payah pelatih dan pembina. Pelatih Paduan Suara SMAN 2 Mataram, Petrus Lexi, mengatakan, kehebatan siswa itu tidak didapat tanpa melalui proses panjang. Sebelum bergabung, mereka mesti mengikuti audisi hingga latihan yang intens.
Alhasil, mereka bisa tampil di panggung prestisius hingga menjadi juara di ajang bergengsi. “terakhir lomba di Mandalika kami juara 1. Tahun lalu lomba di Unram di Fakultas Kedokteran itu juara 1 juga,” tuturnya.
Sementara itu, Pembina Paduan Suara SMAN 2 Mataram, Ruth Hotmida Manurung menegaskan, pembinaan terhadap anak-anak paduan suara akan terus dilakukan hingga mereka siap ikut dalam ajang nasional. Salah satunya yang akan digelar pada 15 November di Unram. “Kita sedang bersiap untuk ikut pertandingan, karena pada tahun yang lalu itu SMAN 2 juara 1 dan ini kita berusaha untuk tetap mempertahankan juara 1 juga, selain dari lomba koor juga yang diadakan oleh Mandalika,” pungkasnya.
Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Mataram, Gunawan menjelaskan, keberadaan tim paduan suara ini membuktikan bahwa sekolah turut mendorong bakat dan minat selain aspek akademik. Ia berkomitmen untuk terus mendorong potensi dan bakat yang dimiliki siswanya.
“Harapannya anak-anak ini bisa memacu untuk berprestasi, mengembangkan bakat, kemudian sekolah adalah salah satu wadah untuk mereka mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki,” tandasnya. (sib/*)



