Bima (Suara NTB) –Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bima membutuhkan revitalisasi karena kondisi bangunan dan fasilitas yang mulai rusak. Kerusakan kios hingga bangunan yang tidak lagi layak digunakan menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bima, Fahri Rahman, mengatakan hampir seluruh pasar membutuhkan pembenahan baik dari sisi bangunan maupun penataan kawasan.
“Kondisi pasar kita sekarang semuanya perlu direvitalisasi,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (29/10).
Salah satu pasar yang membutuhkan perhatian ialah Pasar Sanggar. Fahri menyebut sekitar separuh kios di pasar tersebut, mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan lagi. Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Bolo, termasuk satu lot toko yang sudah tidak layak digunakan akibat kebocoran.
“Di Pasar Sanggar separuh kios kita sudah rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi,” katanya.
Selain kerusakan bangunan, sejumlah pasar masih memiliki fasilitas yang sudah berusia tua. Di Pasar Bolo, misalnya, masih terdapat kios berbahan kayu yang kondisinya sudah lama. Pembenahan diperlukan agar fasilitas perdagangan tetap layak digunakan dan dapat menunjang aktivitas pedagang.
“Sebagian fasilitas, termasuk kios dan lot toko, ada yang sudah tidak layak digunakan lagi,” ujarnya.
Kebutuhan pengembangan juga terlihat di Pasar Lambu. Saat ini, pemerintah baru menyediakan 10 kios yang dibangun sekitar enam hingga tujuh tahun lalu. Padahal, lahan untuk pengembangan pasar masih tersedia sehingga penambahan fasilitas dinilai masih diperlukan.
Sementara itu, Pasar Tente membutuhkan penataan kawasan meskipun bangunannya relatif baru. Pembenahan tidak hanya diperlukan pada bangunan pasar, tetapi juga menyangkut kebersihan dan pengelolaan kawasan, termasuk bagian belakang pasar.
“Dalam rencana pembangunan pasar modern itu kita sebenarnya ingin kawasan Pasar Tente juga ditingkatkan,” katanya.
Untuk pengembangan Pasar Tente, usulan anggaran melalui Kementerian Perdagangan telah diajukan guna melanjutkan pembangunan tahap kedua pasar yang berada di sebelah terminal. Pembangunan sebelumnya baru menyelesaikan sebagian pekerjaan, sedangkan sisanya masih membutuhkan tindak lanjut.
Fahri berharap pengembangan pasar dilakukan secara menyeluruh agar penataan bangunan dan kawasan dapat berjalan beriringan. Menurutnya, pembenahan tidak cukup hanya dilakukan pada bagian depan, tetapi juga harus mencakup area belakang pasar.
“Tidak masalah bagian depannya dibuat menjadi pasar modern, tetapi bagian belakangnya juga harus diperhatikan agar tidak menjadi masalah lagi pada masa mendatang,” tandasnya. (hir)



