Giri Menang (Suara NTB) – Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turun ke Lombok Barat (Lobar) dalam rangka memperkuat upaya pengendalian inflasi dan Gerakan Indonesia Asri. Di hadapan tim Kemendagri, Wakil Bupati (Wabup) Lobar, Hj. Nurul Adha memaparkan langkah konkret atau nyata Pemkab dalam mengendalikan inflasi dan mendukung Gerakan Indonesia Asri.
Tim Kemendagri turun ke Lobar memantau pasar dan lokasi pengembangan cabai dan sayur hingga menggelar rapat dengan Pemkab Lobar dalam hal ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha, Asisten III Setda Lombok Barat, tim Kemendagri, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Hj. Nurul Adha menekankan pentingnya penguatan monitoring dan evaluasi terhadap setiap program pemerintah agar pelaksanaannya berjalan konsisten dan memberikan hasil yang optimal. Menurutnya, berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah, khususnya dalam pengendalian inflasi, membutuhkan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan agar program tidak berhenti di tengah jalan.
Ia menyampaikan bahwa Pemkab Lobar telah melakukan sejumlah langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan, salah satunya melalui gerakan menanam cabai di lingkungan sekolah dengan melibatkan guru dan peserta didik. Program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung ketersediaan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk memahami ketekunan, kemandirian, serta dampak inflasi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Pemkab Lobar juga menjajaki kerja sama antardaerah, khususnya dengan Kabupaten Lombok Timur dalam pemenuhan kebutuhan komoditas cabai. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga di masing-masing daerah.
Peluang kerja sama juga terbuka dengan Kabupaten Badung, Bali, terutama dalam pemenuhan komoditas unggulan Lombok Barat seperti kangkung, beras, manggis, durian, dan rambutan. Potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui kerja sama perdagangan hingga peluang ekspor.
Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat persoalan sampah masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, kebersihan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Lobar. Karena itu, penataan lingkungan, pengelolaan sampah, serta kebersihan kawasan wisata harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah.
Ia juga meminta seluruh kepala OPD untuk memastikan kebersihan dan penataan lingkungan kantor masing-masing. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan contoh kepada masyarakat sebelum mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Selain itu, Wabup mendorong agar gerakan Jumat Bersih kembali diaktifkan sebagai salah satu upaya membangun budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Penanganan sampah juga perlu dilakukan hingga tingkat desa, termasuk menjaga kebersihan saluran drainase dan sungai untuk mengantisipasi penyumbatan yang berpotensi menyebabkan banjir.
Ia turut meminta perangkat daerah terkait untuk mengawal penataan kawasan perkotaan, taman, ruang terbuka hijau (RTH), serta fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Lombok Barat yang berkelanjutan. (her)



