BerandaNTBLOMBOK TENGAHPengentasan Kemiskinan, Pemkab Loteng Fokus Penguatan Data dan Kebutuhan Program

Pengentasan Kemiskinan, Pemkab Loteng Fokus Penguatan Data dan Kebutuhan Program

Praya (Suara NTB) – Berbekal hasil positif selama setahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus berupaya keras menekan angka kemiskinan di daerah ini. Selain memperkuat data pendukung, Pemkab Loteng juga berupaya menyiapkan program-program yang relevan dengan kebutuhan warga miskin. Harapannya, program yang dijalankan itu nantinya memang benar-benar mampu menjawab persoalan kemiskinan di daerah ini.

Salah satu program yang jadi prioritas yakni bantuan ternak ayam petelur bagi warga miskin ekstrem yang kedepan akan terus diperluas cakupannya. Termasuk bantuan perumahan, pemberdayaan ekonomi hingga pendidikan dan kesehatan.

“Ke depan, program kemiskinan harus benar-benar releven dengan kebutuhan warga miskin. Tidak asal program. Supaya hasilnya bisa optimal dalam mengentaskan kemiskinan,” terang Wakil Bupati (Wabup) Loteng, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., kepada Suara NTB, di Desa Batujai, Kamis (29/10).

Sesuai hasil survei BPS terbaru, angka kemiskinan di Loteng mengalami penurunan sebesar 0,34 persen. Dari sebelumnya 10,68 persen kini menjadi 10,34 persen. Hingga menempatkan Loteng sebagai daerah dengan persentase kemiskinan terendah ketiga di NTB. Meski secara absolut jumlah pendudukan miskin di Loteng masih cukup tinggi. Hal itu wajar karena jumlah pendudukan Loteng merupakan tertinggi kedua di NTB setelah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Namun setidaknya, penurunan persentase kemiskinan yang ditorehan telah menunjukkan kalau upaya Pemkab Loteng dalam menekan angka kemiskinan sejauh ini cukup berhasil. “Kami ingin lakukan penguatan-penguatan. Mulai dari soal data sampai program yang akan dijalankan,” sebutnya.

Menurutnya, ke depan data warga miskin di daerah ini harus benar-benar valid. Lengkap dengan kondisi dan kebutuhannya. Untuk memperoleh data yang valid, maka proses validasi dan verifikasi harus dilakukan secara berkala. Supaya perkembangan warga miskin bisa terekam secara lengkap.

“Tidak kalah penting kebutuhan warga miskin tersebut harus jelas. Sehingga ketika akan diintervensi oleh program, maka program yang diberikan memang benar-benar sesuai kebutuhan. Sehingga hasilnya bisa maksimal,” tandas Ketua DPD II Partai Golkar Loteng ini.

Jadi ketika warga miskin tersebut butuh intervensi program perumahan, maka program perumahan yang akan diberikan. Kalau butuh pemberdayaan ekonomi, program pemberdayaan ekonomi yang diberikan bukan yang lain. Begitu juga untuk program-program lainnya, seperti program Kesehatan dan Pendidikan.

Dengan dukungan program yang tepat tersebut pihaknya optimis angka kemiskinan di Loteng bisa terus ditekan. Dan, target satu digit persentase kemiskinan bisa dicapai. “Ini kan sedikit lagi untuk mencapai satu digit,” tegas mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng ini. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO