BerandaNTBKetua Kosti NTB Raih Juara 1 Lomba Mirip Bung Karno

Ketua Kosti NTB Raih Juara 1 Lomba Mirip Bung Karno

Mataram (suarantb.com) – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Ketua Kosti NTB, H. Agus Cahyono, S.H., M.M., berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Mirip Tokoh Bung Karno pada acara Ngonthel Asia Pacific Bumi Jenggolo 3 (BJ3).

Kegiatan itu digelar dalam rangka ulang tahun Kosti Sidoarjo di kawasan Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026) dan Minggu (1/11/2026).

Dalam perlombaan tersebut, H. Agus Cahyono tampil memukau dengan mengenakan pakaian khas Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Penampilannya yang identik dengan sosok Sang Proklamator berhasil menarik perhatian dan mengantarkannya meraih posisi juara pertama.

Usai menerima penghargaan, H. Agus Cahyono mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas prestasi yang berhasil diraih. Menurutnya, kemenangan tersebut bukan semata-mata kebanggaan pribadi, melainkan juga menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar KOSTI NTB.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan merasa bangga atas prestasi ini. Tidak pernah menyangka bisa meraih Juara 1 dalam Lomba Mirip Tokoh Bung Karno pada ajang BJ3 di Sidoarjo. Ini merupakan pengalaman dan kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkap Agus.

Ia mengatakan, keikutsertaan 10 Onthelis Kosti NTB dalam lomba dan kegiatan ngonthel tersebut bukan hanya untuk memeriahkan kegiatan ulang tahun Kosti Sidoarjo, tetapi juga sebagai bentuk menjalin silaturahmi antar onthelis se-Nusantara dan se-Asia Pasific.

“Prestasi ini kami persembahkan untuk seluruh keluarga besar Kosti NTB. Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh onthelis di NTB untuk terus berkarya, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, serta menjaga kekompakan dan persaudaraan antar komunitas sepeda tua,” tambahnya.

Agus juga berharap, melalui kegiatan Ngonthel Asia Pacific BJ3 ini, hubungan persaudaraan antar komunitas sepeda tua, baik di tingkat nasional maupun internasional, semakin erat. Menurutnya, komunitas onthel bukan sekadar tempat berkumpul dan menyalurkan hobi, tetapi juga menjadi wadah melestarikan sejarah, budaya, serta nilai-nilai perjuangan bangsa.

“Yang paling penting bagi kami adalah kebersamaan dan persaudaraan. Menang atau kalah dalam sebuah perlombaan merupakan hal biasa, tetapi semangat untuk terus menjaga dan melestarikan sepeda tua harus tetap menyala. Mari kita jadikan prestasi ini sebagai motivasi agar Kosti NTB semakin maju, solid, dan terus berprestasi,” tutupnya.

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kosti NTB sekaligus bukti bahwa komunitas sepeda tua tidak hanya aktif dalam kegiatan bersepeda dan pelestarian sepeda tua, tetapi juga mampu menunjukkan kreativitas. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO