Praya (Suara NTB) – Gemerlap panggung busana dan alunan musik dinamis menyulap malam di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi etalase megah yang merayakan keindahan wastra Nusa Tenggara Barat. Kehadiran Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menegaskan komitmen dan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap kebangkitan industri mode lokal dalam ajang Grand Final Muslim Fashion Festival di Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (31/10) malam.
Mengusung tema “Asmaranala Wastra Mandalika”, perhelatan akbar gagasan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah ini sukses menyedot antusiasme ribuan penonton. Sebanyak 30 finalis tampil memukau membawakan koleksi busana muslim mahakarya para desainer berbakat lokal NTB.
Di hadapan Sinta M. Iqbal yang hadir memberikan apresiasi langsung dari barisan terdepan, para model membuktikan bahwa setiap helai kain tenun yang dikenakan tidak sekadar elok dipandang, melainkan sarat akan narasi filosofi dan kearifan lokal Bumi Gora.
Ketua Dekranasda Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, menuturkan bahwa ajang ini dirancang jauh melampaui sekadar kompetisi peragaan busana konvensional. Langkah strategis ini dihadirkan untuk merespons tantangan nyata di lapangan, yakni masih minimnya regenerasi perancang busana profesional di daerah.
“Di sini kita bukan hanya mencari siapa pemenang, tapi kami menyadari bahwa di Kabupaten Lombok Tengah masih minim sekali desainer. Mudah-mudahan setelah kegiatan ini desainer Lombok Tengah bisa bangkit; yang tadinya mungkin hanya sebagai penjahit saja, setelah mengikuti kegiatan ini akan naik kelas menjadi desainer,” papar Nurul Aini.
Selain memanjakan mata lewat pesona busana, festival ini juga dirancang sebagai instrumen penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan bazar UMKM yang disesaki pengunjung.
Guna merajut ekosistem kreatif yang utuh dari hulu ke hilir, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas pemasaran yang representatif bagi para pelaku usaha mikro.
“Lombok Tengah sudah memiliki Galeri Dekranasda sebagai etalase produk lokal yang tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga ruang transaksi. Kepada seluruh masyarakat, jika membutuhkan kerajinan-kerajinan lokal, dapat mengunjungi galeri kami yang berada di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Lombok Tengah,” ajak Lalu Firman Wijaya.
Malam selebrasi kebangkitan wastra lokal yang menandai babak baru penguatan ekonomi kreatif ini turut disaksikan oleh jajaran kehormatan. Tampak hadir membaur di tengah ribuan penonton, di antaranya jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Lombok Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Tengah beserta pendamping, serta segenap pengurus Dekranasda Kabupaten Lombok Tengah. (r/ham)



