Mataram (Suara NTB) – Industri kedai kopi di Kota Mataram terus berkembang dengan hadirnya berbagai merek dan konsep usaha baru. Salah satunya Dekatara, kedai kopi yang mengusung konsep kedekatan dengan pelanggan melalui pelayanan nyaman, suasana bersahabat, serta sajian kopi berkualitas dengan harga terjangkau.
Owner Dekatara, M. Istiqrorul Qolbi, mengatakan nama Dekatara berasal dari tiga kata, yakni “dekat antara kita”. Filosofi tersebut menjadi dasar dalam membangun hubungan antara pemilik usaha, barista, pegawai, dan pelanggan.
Menurut Qolbi, konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga menciptakan pengalaman bagi pelanggan agar merasa aman dan nyaman ketika berkunjung.
“Dari owner, customer, barista, hingga pegawai, semuanya diharapkan bisa mendekatkan diri kepada pelanggan untuk memberikan kenyamanan yang baik,” ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Sabtu (31/10).
Dekatara berlokasi di Jalan Kaharudin, kawasan Pagesangan, tepatnya di depan SPS Store. Kedai kopi ini mulai beroperasi pada 30 Juli 2026 dan kini menawarkan beragam pilihan minuman, baik berbasis kopi maupun non-kopi.
Untuk menu kopi, lanjut Qolbi, Dekatara menyediakan beberapa varian, di antaranya Americano dan kopi susu. Sementara pilihan non-kopi meliputi matcha, cokelat, serta berbagai varian minuman lainnya.
Salah satu menu andalan yang menjadi best seller adalah Berry Noir. Minuman berbasis Americano ini menawarkan pilihan rasa yang dapat disesuaikan dengan selera pelanggan, seperti peach, leci, mangga, dan stroberi.
Dari sisi bahan baku, Dekatara menggunakan biji kopi yang diperoleh dari salah satu roastery di Kota Mataram. Komposisi house blend yang digunakan terdiri atas 70 persen arabika dan 30 persen robusta. Jenis biji kopi yang digunakan menyesuaikan ketersediaan dari roastery, termasuk kopi asal Aceh Gayo dan Toraja.
Qolbi menjelaskan, salah satu pembeda produknya terletak pada pemilihan bahan baku premium, termasuk penggunaan sirup yang juga digunakan sejumlah kedai kopi besar.
Meski mengutamakan kualitas bahan, Dekatara tetap berupaya menjaga harga agar terjangkau. Harga menu kopi dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp28 ribu, sedangkan sejumlah varian non-kopi tersedia dengan harga di bawah Rp20 ribu.
Selain melayani pelanggan di kedai, Dekatara juga mulai membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Sebelumnya, mereka pernah bekerja sama dengan mahasiswa di Kota Mataram melalui sejumlah kegiatan kampus dan program pengembangan desa.
Saat ini, Dekatara baru memiliki satu gerai dengan konsep ruang indoor, outdoor, dan semi-outdoor. Ke depan, pihaknya berharap dapat mengembangkan usaha melalui ekspansi serta memperluas kerja sama, termasuk menyediakan layanan stan untuk acara pernikahan dan kegiatan lainnya. (fit)



