Mataram (Suara NTB) – Forum OSIS SMP se-Kota Mataram menyatakan sikap menolak gangster. Mereka prihatin atas peristiwa yang merenggut nyawa salah seorang pelajar tersebut. “Kami menyatakan keprihatinan atas terjadinya dugaan penganiayaan korban gengster yang menimbulkan korban jiwa pelajar Kota Mataram,” ujar Ketua Forum OSIS SMP se-Kota Mataram, Luh Made Adrienne.
Pihaknya berharap Kota Mataram harus aman dari tindak kekerasan,terutama kekerasaan terhadap remaja. Forum OSIS telah merancang sejumlah program sebagai upaya untuk mencegah perilaku serupa terulang. Di antaranya, konten edukasi, kanal aduan, gerakan bersih (Geber), hingga sosialisasi ke sekolah-sekolah.
“Kami berharap dengan hadirnya Forum OSIS ini menjadi wadah aspirasi bagi seluruh pelajar di Kota Mataram dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, seluruh pengurus dan anggota menyampaikan deklarasi sebagai bentuk sikap mereka terhadap persoalan tersebut. Dalam pernyataan sikap itu, Forum OSIS menegaskan, jalanan bukan ranah unjuk kekuatan, senjata tajam bukan simbol keberanian, dan gengster bukan identitas yang patut dibanggakan.
Menurutnya, Kota Mataram sebagai ibukota Provinsi NTB, harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat terutama pelajar. Mereka mengajak seluruh pelajar untuk berpikir jernih, mengedepankan dialog untuk menyelesaikan persoalan.
Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana mengapresiasi langkah yang diambil para pelajar terutama dalam menyatakan sikap untuk menolak kekerasan.
Langkah tersebut merupakan cerminan bahwa pelajar di Mataram memiliki karakter yang positif dalam merespons kondisi di sekitarnya.
“Saya pikir ini satu hal yang positif. Anak-anak ini memiliki kepedulian, anak-anak ini memiliki rasa tanggung jawab terhadap masa depan teman-teman mereka di Kota Mataram,” tandanya. (sib)



