Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mulai melakukan inventarisasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan menjadi penggerak Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Hal itu dilakukan agar bangunan senilai miliaran tersebut akan tidak menjadi gudang.
“Kita sudah minta ke Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) untuk mulai melakukan pendataan. Terutama lulusan SMK pelayaran baik itu di nautika maupun teknisi perkapalan,” kata Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bapperida Kabupaten Sumbawa, Andi Kusmayadi kepada Suara NTB, Senin (2/11).
Penyiapan SDM tersebut dianggap sangat penting agar keberadaan KNMP memberikan manfaat maksimal bagi nelayan. Pasarnya, koperasi ini akan diberikan bantuan kapal kapasitas di atas 10 GT,sehingga dibutuhkan SDM yang mumpuni.
Kapal tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan cara penanganan ikan yang baik (CPIB). Jika sumber daya manusia tidak siap dikhawatirkan kapalnya mangkrak dan tidak akan memberikan nilai lebih bagi para nelayan.
“Selain di laut, kita juga akan siapkan ekosistem di daratnya. Kita juga sudah minta ke dinas terkait untuk bersurat ke KKP untuk melakukan pelatihan SDM yang kita miliki,” ucapnya.
Pelatihan yang dilakukan nantinya berkaitan dengan tenaga operator kapal dari SMK pelayaran, karena memiliki siswa dengan disiplin ilmu nautika dan mesin. Selain itu, keberadaan KNMP ini pada prinsipnya harus memberikan dampak maksimal bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, bangunan KNMP yang rata-rata memiliki nilai anggaran Rp20 miliar harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Hal itu perlu jadi atensi jangan sampai bangunan tersebut hanya menjadi monumen tanpa memberikan manfaat lebih kepada masyarakat.
Contohnya, KNMP Pulau Bungin saat ini keberadaannya hanya dimanfaatkan sebagai lokasi penyediaan gudang pendinginan,sehingga manfaat dari bangunan tersebut belum maksimal. (ils)



