BerandaNTBLOMBOK TIMURIPSI Lotim Dukung Prabowo Wujudkan Pencak Silat Mendunia

IPSI Lotim Dukung Prabowo Wujudkan Pencak Silat Mendunia

Selong (Suara NTB) – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendukung penuh langkah Presiden RI sekaligus tokoh pencak silat Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperjuangkan pencak silat agar semakin dikenal dunia dan bisa dipertandingkan pada ajang olahraga internasional, termasuk SEA Games.

Ketua IPSI Lombok Timur, Rusman, mengatakan, kepemimpinan Prabowo di tingkat nasional diharapkan mampu membuka jalan lebih luas bagi pencak silat Indonesia untuk menembus panggung dunia.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi kekuatan penting dalam memperjuangkan pencak silat agar mendapatkan pengakuan lebih luas, termasuk menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan secara konsisten di SEA Games.

“Kita berharap dengan perhatian Presiden Prabowo, pencak silat bisa semakin berkembang dan masuk dalam cabang olahraga SEA Games. Ini tentu menjadi harapan besar insan pencak silat di seluruh Indonesia,” ungkapnya, menjawab Suara NTB, Selasa (3/11/2026).

Rusman juga menyinggung dukungan pembinaan pencak silat di tingkat nasional. Dalam persiapan menuju Pra-PON, terdapat dukungan anggaran sekitar Rp4 miliar yang dikaitkan dengan peran Sugiono selaku Ketua Umum PB IPSI. Hal tersebut dinilai menunjukkan pentingnya dukungan pendanaan untuk meningkatkan kualitas atlet.

Di tingkat daerah, IPSI Lombok Timur juga terus mempersiapkan atlet untuk menghadapi berbagai kompetisi, termasuk menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Sejumlah atlet potensial telah disiapkan, dengan dua atlet menjadi andalan untuk memperkuat prestasi pencak silat daerah dan diyakini bisa akan meraih emas di PON 2028 mendatang.

Rusman menyebutkan, pada ajang Porprov sebelumnya, pencak silat Lombok Timur berhasil mengoleksi lima medali emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Meski belum mampu mempertahankan posisi juara, perolehan medali emas justru mengalami peningkatan dibandingkan capaian sebelumnya yang hanya empat emas.

“Memang kita belum bisa mempertahankan juara, tetapi dari sisi perolehan emas ada peningkatan. Sebelumnya empat emas, sekarang menjadi lima emas. Ini tentu menjadi modal untuk pembinaan berikutnya,” jelasnya.

Ia menilai Lombok Timur memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet pencak silat berprestasi. Bahkan, daerah ini dikenal sebagai salah satu basis kekuatan pencak silat di NTB. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung pembinaan dan pendanaan yang maksimal.

“Lotim ini salah satu sarangnya pencak silat. Tetapi kalau dana pembinaannya belum maksimal, tentu hasil yang kita harapkan juga belum bisa maksimal. Gerakan pembinaan juga harus lebih ditingkatkan,” tegasnya.

Selain pembinaan atlet, IPSI Lotim juga menyoroti peluang Lombok Timur menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan pencak silat pada ajang olahraga tingkat provinsi mendatang.

Menurut Rusman, sebelumnya pihaknya telah menyampaikan kesiapan Lombok Timur sebagai tuan rumah. Bahkan, survei terhadap venue pertandingan sudah pernah dilakukan. Ia menegaskan fasilitas yang tersedia di Lombok Timur pada dasarnya telah memenuhi standar untuk menggelar pertandingan pencak silat.

Namun, perkembangan situasi pascagempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi memengaruhi rencana penyelenggaraan pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di daerah tersebut. Jakarta juga disebut menjadi salah satu kemungkinan lokasi alternatif.

“Kita sudah pernah meminta agar pertandingan silat digelar di Lombok Timur. Venue kita sebenarnya sudah standar. Bukan berarti Lotim tidak mampu menjadi tuan rumah,” katanya.

Untuk memperkuat kualitas atlet, IPSI Lombok Timur juga berencana menggelar open turnamen pencak silat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kompetisi sekaligus sarana mengukur kemampuan atlet dari berbagai perguruan.

Rusman mengatakan, penyelenggaraan turnamen membutuhkan dukungan bersama. Karena itu, pihaknya membuka peluang untuk melakukan urunan guna memenuhi kebutuhan pembiayaan kegiatan tersebut.

Melalui turnamen, atlet diharapkan memperoleh pengalaman bertanding yang lebih banyak, meningkatkan kemampuan teknik, serta membangun mental juara sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, pengurus IPSI, perguruan pencak silat, serta seluruh pemangku kepentingan dapat semakin dipermudah.

Menurutnya, cita-cita membawa pencak silat menuju panggung dunia tidak cukup hanya mengandalkan kebanggaan terhadap warisan budaya. Dibutuhkan pembinaan berkelanjutan, kompetisi berkualitas, dukungan anggaran, dan keseriusan semua pihak dalam menyiapkan atlet.

“IPSI Lombok Timur tentu mendukung pencak silat go to world. Kita ingin pencak silat mendunia dan Lotim juga siap mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita tersebut,” pungkasnya. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO