Giri Menang (Suara NTB) – Meniti karier di dunia birokrasi pemerintahan bukanlah jalan singkat. Dedikasi, kedisiplinan, dan ketekunan dibutuhkan untuk mencapai posisi strategis di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Perjalanan tersebut tercermin dari sosok Drs. H. Fauzan Husniadi, M.M., yang akan dilantik mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) pada Rabu (4/11/2026).
Bagi Fauzan Husniadi, posisi jabatan sebagai Sekda yang akan diembannya sebagai amanah yang sangat besar dan harus dijawab pula dengan kinerja. Ia pun bersyukur atas amanah besar tersebut, karena ia sendiri tak menyangka pencapaiannya bisa pada titik ini, sebagai jabatan tertinggi di level ASN. Tidak saja dari sisi kapasitas personal, tetapi disadarinya penilaian dari semua pihak terhadapnya juga mempengaruhi posisi yang bisa diraih pada saat ini.
“Alhamdulillah diberikan amanah, diberikan kepercayaan oleh pimpinan menjadi panglima ASN di Lobar,” kata Fauzan.
Ia pun berkomitmen dengan menunjukkan kinerja terbaiknya sebagai Sekda ke depan. Ia akan bekerja keras di tengah kondisi Lobar saat ini, sehingga perlu dibarengi intensitas dan ritme yang jauh lebih tinggi.
Terlebih dengan ekspektasi tinggi dari sejumlah pihak pada dirinya, ia berjanji memaksimalkan semua potensi demi Lobar sebagai rumah bersama.
Perjalanan karier Fauzan Husniadi di dunia birokrasi sendiri terbilang merangkak dari bawah, dari golongan II dengan lulusan SMA. Tetapi, semasa melaksanakan tugas sebagai PNS, Fauzan seringkali mengikuti tugas belajar.
Memulai mengemban tugas sebagai PNS dari golongan II. Ia lulus SMA tahun 1993, kemudian tahun 1994 diangkat sebagai PNS. Tugas pertamanya sebagai PNS di Kantor Camat Gerung menjadi staf. Kemudian ia ditugas-belajarkan ke LAN Bandung pada tahun 1996, mengambil D3 jurusan administrasi kepegawaian. Ia menuntaskan tugas belajar itu tahun 1999.
Setelah itu ia kembali ditugas belajarkan pada tahun 2000 ke Insitut Ilmu Pemerintahan (IIP) yang sekarang IPDN. Ia sekolah dinas di IIP Jakarta selama dua tahun, pada tahun 2002 ia selesai. Sepulang dari tugas belajar itu, ia ditugaskan di Kantor Camat Tanjung. Ketika itu Lobar masih belum mekar dengan KLU.
Ia berdinas di Kantor Camat Tanjung KLU dari tahun 2002 sampai 2004, barulah ia kembali ke Pemkab ditempatkan di bagian Kesra. Jabatan pertama yang diemban ketika itu sebagai Wakil Sekretaris Korpri Lobar, eselon IVB dari tahun 2007 sampai dengan 2008. Pada tahun 2008 ia dilantik sebagai Kepala Seksi Pemerintahan di kantor camat Labuapi. Kemudian tahun 2009, ia bergeser ke beberapa posisi Kabid di antaranya sebagai Kabid Mutasi dan Pengadaan di BKD, Kabid di DLH.
Tahun 2011 ia menjabat sebagai Kabid di Bapenda, berselang setahun ia digeser sebagai Sekretaris Bapenda waktu itu. Pada tahun 2017, ia bergeser sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja. Dan baru pada tahun 2018, ia ikut pansel eselon II pada posisi jabatan Kepala Damkar waktu itu. “Pansel pertama saya itu sebagai kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Alhamdulillah dilantik,” urainya.
Dari akhir tahun 2018 menjabat kadis Damkar hingga akhir 2019, ia digeser sebagai kepala BPKAD. Waktu itu daerah sedang dilanda Covid-19, sehingga tantangannya pun dirasakan sangat berat. Sampai akhir 2023, ia pun digeser menjadi Asisten I.
Pada bulan Mei 2024, ia dilantik sebagai Pj. Sekda Lobar, karena waktu itu Sekda H. Ilham dilantik sebagai Pj. Bupati Lobar. Pada waktu menjabat Pj. Sekda, ia juga bertugas menyiapkan pelaksanaan Pilkada serentak waktu itu. Pada 2025 ia dimutasi lagi menjadi asisten III sampai sekarang. (her)



