Tanjung (Suara NTB) – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, mengunjungi Pasar Kawasan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu, 4 November 2026. Kunjungan ini untuk melihat langsung hasil kolaborasi Australia dan Indonesia dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana sekaligus mendorong ekonomi lokal.
Kolaborasi dijalankan melalui Program SIAP SIAGA bersama mitra pelaksana KONSEPSI sejak 2021 hingga 2026. Lima desa yang terlibat yakni Pemenang Barat, Pemenang Timur, Menggala, Malaka, dan Gili Indah.
Program ini tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan bencana, tetapi juga membangun kapasitas kelembagaan desa dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Roderick mengatakan, Lombok Utara merupakan wilayah dengan risiko bencana yang nyata sehingga penguatan kapasitas masyarakat penting untuk melindungi keselamatan warga, mata pencaharian, dan keberlanjutan pembangunan.
Ia mengaku terkesan dengan ketangguhan masyarakat Lombok Utara yang mampu belajar dari pengalaman gempa bumi 2018 melalui penguatan gotong royong dan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
Selain kebencanaan, Roderick menaruh perhatian pada pengembangan UMKM, khususnya usaha yang dikelola perempuan. Ia menilai perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal dan membutuhkan dukungan kebijakan serta akses pemasaran.
Saat mengunjungi pasar, Roderick melihat dan mencicipi sejumlah produk UMKM, mulai dari makanan olahan, sabun hingga kerajinan. Ia mengapresiasi keberanian para perempuan membangun usaha dan mempersiapkan produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara.
Sementara itu, Sekda Lombok Utara, Sahabudin, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besar Australia, Program SIAP SIAGA, dan KONSEPSI.
Menurutnya, Lombok Utara pernah menghadapi berbagai tekanan, mulai dari gempa bumi 2018 yang berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat, hingga covid-19. Dukungan dan pendampingan yang diberikan menjadi bagian dari upaya membangun kembali daerah tersebut.
Pemda Lombok Utara berharap kerja sama dengan Pemerintah Australia terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas dan mendorong kemajuan daerah.
Di Kecamatan Pemenang, salah satu hasil kolaborasi tersebut terlihat dari pengembangan Pasar Kawasan Pemenang melalui kerja sama lima desa. Pasar yang rusak akibat gempa 2018 itu direhabilitasi melalui urunan desa sebesar Rp60 juta per desa pada tahap awal.
Kerja sama yang awalnya melibatkan empat desa kemudian berkembang menjadi lima desa melalui pembentukan Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD). Sejak 2025, masing-masing desa juga mengalokasikan Rp5 juta per tahun untuk operasional kelembagaan tersebut.
BKAD mengoordinasikan program lintas desa, mencakup penanggulangan bencana, pengelolaan sampah dan lingkungan, serta penguatan ekonomi. Sementara pengelolaan pasar dilakukan melalui BUMDesma Bangkit Berkah Bersama.
Pasar tersebut memiliki tujuh toko fisik, enam disewakan kepada pedagang dan satu digunakan sebagai kantor pengelola. Tersedia pula los untuk memasarkan produk UMKM lima desa. Ke depan, pasar ini diarahkan menjadi pusat oleh-oleh kawasan Pemenang yang terhubung dengan jalur wisata Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Dalam aspek kebencanaan, kerja sama lima desa mencakup penyusunan rencana kontinjensi, penguatan Tim Siaga Bencana Desa, serta penyediaan jalur dan titik evakuasi bersama. Kebutuhan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak, turut menjadi perhatian. (bul)



