Praya (Suara NTB) – Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng) sukses menjadi yang terbaik di ajang Lomba Desa Berprestasi tahun 2026 untuk Regional V – Nusa Tenggara dan Maluku. Kini, Desa Bilebante tengah bersaing memperebutkan predikat desa terbaik tingkat nasional. Sebagai bagian dari proses penilaian, tim penilai pusat, turun langsung ke Desa Bilebante, Rabu (4/11/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.,M.T., bersama sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Loteng lainnya menyambut langsung kedatangan tim penilai pusat. Tim penilai turun untuk melihat secara langsung sekaligus melakukan verifikasi terhadap sejumlah inovasi yang telah dijalankan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bilebante sebagai bahan penilaian.
“Kami telah mendapat pemaparan terkait inovasi di Desa Bilebante. Dan, hari ini (kemarin, red) kami turun untuk melihat langsung implementasi dari inovasi-inovasi tersebut,” ujar Ketua Tim Penilai Lomba Desa Berprestasi, Dr. Rudiarto Sumarwono, di hadapan Sekda Loteng dan jajaran Pemdes Bilebante.
Ia mengatakan, yang paling penting dari inovasi yang dijalankan tersebut ialah soal keberlanjutannya. Implementasi dari inovasi tersebut tidak hanya sesaat, tetapi tetap berkelanjutan. Sebagus apapun inovasi yang ada, kalau tidak berkelanjutan juga tidak ada artinya.
Menurut Rudiarto, ujung yang diharapkan dari inovasi tersebut ialah dampak positifnya bagi masyarakat di desa tersebut. Inovasi tersebut bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat desa secara berkelanjutan.
“Inilah pentingnya tim penilai turun untuk melihat langsung implementasi dari inovasi desa. Apakah sudah dirasakan dampaknya oleh masyarakat desa itu sendiri, khususnya di bidang ekonomi,” imbuhnya.
Menurutnya, Desa Bilebante salah desa yang luar biasa perubahannya. Dalam 10 tahun terakhir Desa Bilebante bertransformasi dari desa yang perkembangannya minus, kini telah menjadi salah satu desa terbaik di Indonesia. Desa yang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi sumber kemajuan desa. Tidak banyak desa yang seperti Desa Bilebante.
Itu semua tentu tidak lepas dari peran aktif masyarakat desa itu sendiri. Tanpa peran aktif masyarakat, pembangunan desa tidak akan bisa terlaksanakan.
“Maka penting bagi Pemerintah Desa Bilebante untuk terus menjaga komitmen dan kolaborasi dengan masyarakatnya. Dalam membantu Desa Bilebante ke depan,” pesan Dr. Rudiarto.
Bonus Menanti
Di tempat yang sama, Sekda Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.,M.T., mengungkapkan optimisme yang tinggi kalau Desa Bilebante bisa berbicara banyak di ajang Lomba Desa Berprestasi tingkat nasional tahun ini. Pemkab Loteng sendiri telah menyiapkan sejumlah bonus bagi Desa Bilebante jika bisa berhasil juara di ajang Lomba Desa Berprestasi tingkat nasional tahun 2026 ini. Salah satu bonus berupa bantuan keuangaan senilai Rp100 juta yang akan ditambahkan pada Alokasi Dana Desa (ADD) di tahun depan.
“Kalau Desa Bilebante bisa juara tahun ini, kita siapkan bonus berubah tambahan bantuan keuangan sebesar Rp100 juta tahun depan,” sebutnya.
Namun, yang tidak kalah penting, pihaknya pun berharap capaian Desa Bilebante ini menjadi contoh sekaligus penambah semangat bagi desa-desa lainnya di Loteng untuk mencetak prestasi membanggakan bagi daerah. Berbagai inovasi yang telah dijalankan Desa Bilebante bisa ditiru dan direplikasi oleh desa-desa lainnya.
Dengan begitu, ke depan semakin banyak desa-desa seperti Desa Bilebante di Loteng. “Kuncinya pemerintah desa harus mau berinovasi dan kreatif. Kekurangan anggaran bukan alasan untuk tidak mau berbuat,” tegas Sekda. (kir)Â



