BerandaNTBSUMBAWASempat Mangkrak, Mesin Panen Padi akan Dioperasikan

Sempat Mangkrak, Mesin Panen Padi akan Dioperasikan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa memastikan akan berupaya empat unit mesin pemanen kombinasi atau combine harvester bantuan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bisa beroperasi kembali. Mesin panen padi itu sejak diserahkan ke daerah tidak dimanfaatkan alias mangkrak.

“Kita akan upayakan penyelesaian administrasinya dulu, karena itu yang menjadi kendala utama. Setelah itu kita akan laporkan ke pimpinan daerah seperti apa petunjuk lebih lanjut atas bantuan tersebut,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, H. Junaidi kepada wartawan, Rabu (4/11).

Berdasarkan kartu inventaris barang diketahui empat unit combine harvester itu terdiri atas dua unit bantuan pemerintah pusat dan dua unit bantuan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi NTB. Namun, bantuan itu tidak pernah digunakan atau hanya terparkir dan rusak begitu saja.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat disayangkan, karena bantuan itu di hajatkan dalam mendukung kegiatan operasional pertanian dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil panen. Fakta dua unit di antaranya tidak dapat dihidupkan.

“Saya pada prinsipnya lebih baik rusak dipakai daripada rusak tanpa memberikan manfaat. Fakta hari ini sudah tidak ada yang bisa hidup karena akinya tidak dicabut,” ucapnya.

Faktor utama mesin tersebut tidak digunakan karena proses administrasi belum tuntas dalam proses penerimaan bantuan. Dokumen penerimaan dua unit combine bantuan pusat tidak tersedia dan dokumen dua unit bantuan dari Pemerintah Provinsi NTB juga belum lengkap.

Persoalan administrasi menjadi faktor sehingga pihaknya belum menentukan sikap atas pengelolaan empat unit mesin pertanian itu. Pihaknya pun tidak ingin mengambil keputusan sepihak terkait pemanfaatan aset bantuan pemerintah, sebelum memperoleh kejelasan dari instansi pemberi bantuan.

“Kami periksa kelengkapan surat dan berita acara penerimaannya, ternyata dokumennya tidak lengkap. Sehingga kami akan melakukan penelusuran lebih lanjut,” ujarnya.

Pemerintah masih mempertimbangkan pola pengelolaan empat unit combine tersebut. Salah satu opsi yang dibahas ialah mengoperasikan mesin melalui brigade slsintan. Opsi lainnya ialah menyerahkan pengelolaan kepada kelompok tani yang membutuhkan.

“Kalau untuk mesin bantuan pusat kita akan gunakan sebagai brigade di Dinas. Kalau untuk bantuan provinsi kami masih mencari arahan lebih lanjut,” terangnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO